Share

Kenapa Bisnis Kuliner "Tidak Ada Matinya"?

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Sabtu 15 Februari 2020 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 15 320 2168837 kenapa-bisnis-kuliner-tidak-ada-matinya-Vpj1CBNQHA.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

Ada banyak jenis bisnis kuliner. Mulai dari snack, minuman, hingga makanan berat. Banyaknya variasi pangan akan lebih mudah untuk mengembangkannya dan kita jadi punya banyak pilihan produk untuk dijual. Misalnya, memilih salah satu jenis makanan atau menu yang khas.

Selain itu, bisnis kuliner merupakan usaha yang mudah dan praktis. Mudah karena dalam membuat hingga mengemasnya bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk orang yang tidak bisa memasak dan dapat dilakukan di rumah. Praktis maksudnya jika kita tak bisa memasak, makanan setengah jadi dapat dijadikan alternatif untuk dimasak ulang dan dijual kembali. Opsi lainnya yaitu kita bisa menyewa koki.

Membuka usaha makanan dan minuman mempunyai risiko yang rendah. Maksudnya, masakan dapat dikonsumsi sendiri jika tak laku. Sebenarnya, besar kecilnya risiko bisnis kuliner tergantung dari jenis yang diperdagangkan.

Alasan utama untuk memulai bisnis kuliner adalah keuntungan yang didapat bisa banyak. Rata-rata keuntungan yang didapatkan dari jasa penyediaan makanan dan minuman berkisar di atas 20%, sedangkan untuk kelas menengah yang mengutamakan image, kenyamanan, dan kesehatan berkisar di atas 40%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini