nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik Jokowi Percepat Belanja Anggaran Kementerian

Irene, Jurnalis · Senin 17 Februari 2020 07:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 16 20 2169294 fakta-menarik-jokowi-percepat-belanja-anggaran-kementerian-ACOIq1ziPR.jpeg Presiden Jokowi Minta Belanja Kementerian/Lembaga Dipercepat. (Foto: Okezone.com/Dok. Kemenperin)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kementerian dan lembaga untuk segera memaksimalkan belanja anggaran. Hal ini dinilainya perlu untuk diutamakan dan menjadi perhatian para menteri dan lembaga pemerintahan.

Permintaan Kepala Negara ini disampaikannya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Menteri Keuangan pun turut meminta kementerian dan lembaga untuk ikut membantu merampungkan percepatan belanja anggaran yang ditargetkan Jokowi selesai sebelum bulan Maret.

Pada Senin (17/2/2020), Okezone merangkum fakta terkait Jokowi yang meminta pencairan dana Kementerian dan Lembaga (K/L) dipercepat.

1. Terealisasi di Bulan Febuari

Presiden berharap sebelum Februari berakhir belanja dapat segera terealisasi dengan cepat di seluruh kementerian dan lembaga. Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti Kementerian PUPR yang telah melakukan belanja yang besar.

“Saya melihat, misalnya Kementerian PU sudah kemarin waktu di Bandung, sudah melakukan belanja yang sangat besar,” tambah Presiden.

2. Langkah Antisipasi Redupnya Ekonomi Global Karena Virus Korona

Presiden Jokowi juga mengatakan percepatan belanja Kementerian atau Lembaga (K/L) ini sebagai langkah mengantisipasi ekonomi global yang tak bersahabat akibat virus korona. Oleh karenanya, Presiden meminta belanja dilakukan seawal mungkin.

“Kecepatan kita membelanjakan anggaran-anggaran yang ada di setiap kementerian seawal mungkin akan menjadi sebuah pengungkit bagi meredupnya kita tahu ekonomi global yang baru tidak bersahabat, juga adanya serangan virus Corona,” tutur Presiden Jokowi

3. Belanja Modal dan Langsung Harus Diutamakan

Presiden juga berharap agar kementerian lainnya dapat mengutamakan belanja anggaran. Utamanya, belanja yang berkaitan dengan belanja-belanja modal, dan belanja-belanja langsung.

“Kementerian Sosial juga telah membelanjakan dalam rangka bantuan sosial PKH, saya kira ini juga akan sangat membantu,” tambahnya.

4. Eksekusi Cepat dan Berdampak Pada Masyarakat

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta untuk seluruh kementerian lembaga dapat turut membantu percepatan belanja ini. Sri menjelaskan, belanja anggaran harus diutamakan yang dapat dieksekusi dengan cepat dan memberi dampak langsung pada masyarakat.

"Terutama yang bisa dieksekusi secara cepat dan langsung memengaruhi masyarakat," ujarnya usai sidang Paripurna di Istana Bogor, Selasa (11/2/2020)

5. Untuk Dorong Perekonomian RI

Selain dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, Sri Mulyani menilai percepatan belanja anggaran ini juga dapat mendorong perekonomian Indonesia.

"Tujuannya adalah agar seluruh anggaran pemerintah yang sudah ada di dalam APBN, bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan berputar sehingga mendorong perekonomian di Indonesia," ungkap Sri Mulyani.

"Ini semuanya adalah belanja yang bisa dipercepat dalam rangka untuk mendorong," lanjutnya.

6. Per 31 Januari Telah Cair 30,9 Triliun

Sri Mulyani pun melaporkan per tanggal 31 Januari 2020, beberapa belanja kementerian lembaga telah dicairkan sebesar Rp30,9 triliun. Rinciannya adalah belanja barang 3,3 triliun, belanja modal 1,9 Triliun, belanja bantuan sosial 13,2 triliun, dan belanja pegawai 12,5 triliun.

Sementara itu, belanja dana desa sampai tanggal 10 Febuari 2020 telah mencapai lebih dari Rp586 miliar. Untuk dana BOS, Sri mengatakan pihaknya melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Pendidikan untuk melakukan pencairan langsung kepada rekening sekolah.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini