Langkah Sri Mulyani Respons Gejolak Ekonomi Global Akibat Virus Korona

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 16 20 2169314 langkah-sri-mulyani-respons-gejolak-ekonomi-global-akibat-virus-korona-3HVxiVEnnO.png Virus Corona Ancam Ekonomi RI. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap virus corona yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Sudah disiapkan langkah pemerintah dalam merespons gejolak ekonomi global akibat penyebaran Covid-19.

Untuk diketahui, virus corona mempengaruhi Indonesia karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tertekan hingga di bawah 5%. Penurunan ini mengguncang perekonomian dunia dan berdampak bagi negara-negara lain.

Baca Juga: Skema Penyaluran Dana BOS Diubah, Kemenkeu: Minimalisir Korupsi

Namun demikian, pemerintah sudah mempunyai strategi untuk mengantisipasinya. Pertama, mempercepat realisasi belanja Kementerian/Lembaga, terutama belanja bantuan sosial. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kesehatan serta belanja non operasional.

Kedua, mendorong atau menghidupkan pusat-pusat pariwitara, seperti percepatan pembangunan lima destinasi pariwisata super prioritas (Danau Toba, Borobudurm Likupang, Labuan Bajo, dan Mandalika).

Baca Juga: Ubah Penyaluran Dana BOS, SD Dapat Rp900.000 dan SMK Rp1,6 Juta

"Temankeu enggak perlu resah!. Pemerintah sudah punya strategi untuk mengantisipasi pengaruhnya pada ekonomi Indonesia. Ayo, tetap berpikiran positif," tulis Kemenkeu, dalam akun Instagramnya, Minggu (16/2/2020).

Ketiga, kementerian di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani ini mendorong dan mempercepat belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja seperti belanja infrastruktur di pusat dan daerah.

Keempat, mempercepat penajaman program Kredit Usaha Rakyat (KUR) termasuk perluasan sasaran. Seperti salah satunya penerimaan KUR dari 6 juta menjadi 10 juta penerima, suku bunga program MEKAR diturunkan dari 18% menjadi 11%, plafon 50 juta dinaikkan, dan kredit tanpa agunan dinaikkan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini