nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Covid-19 Berdampak ke Sektor Properti Tanah Air?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 16 Februari 2020 18:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 16 470 2169282 virus-covid-19-berdampak-ke-sektor-properti-tanah-air-kSYS4n1noW.jpg Properti (Foto: Okezone.com/Forbes)

JAKARTA - Sektor properti pada tahun 2020 akan dipenuhi dengan tantangan. Hal ini menyusul ketidakpastian global yang masih akan berlangsung menyusul kondisi geopolitik yang memanas.

Asal tahu saja, penjualan properti mengalami penurunan pada tahun 2019. Berdasarkan survey Bank Indonesia, Penjualan Properti Residensial Triwulan IV/2019 turun 16,33% (quartal to quartal) secara triwulanan dibandingkan triwulan III /2019 yang masih tumbuh 16,18%. Penurunan penjualan perumahan pun terjadi secara merata baik rumah tipe kecil,menengah ataupun besar.

Baca Juga: Jadi Gedung Kosong, Bagaimana Nasib Wisma Atlet Kemayoran?

Direktur Utama Bank BTN Pahala Mansury mengatakan, beberapa kondisi geopolitik di tahun ini masih belum banyak memberikan angin segar. Sebut saja perang dagang antara China dan Amerika Serikat, Ketegangan Timur Tengah hingga yang terbaru adalah wabah Virus Covid-19 yang melumpuhkan ekonomi China.

"Mewabahnya Virus Covid-19 di Tiongkok yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke Indonesia," ujarnya mengutip dari keterangan tertulis, Minggu (16/2/2020).

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Investor Asal Hong Kong Beli Rumah Mewah di London Seharga Rp3,58 Triliun

Meskipun begitu, bukan berarti industri properti tidak bisa bangkit dari keterpurukan. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membuat industri properti kembali bergairah.

Misalnya saja kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang memberikan dukungan dengan peningkatan batasan tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah sederhana dan rumah sangat sederhana. Selain itu ada juga pembebasan PPN atas rumah atau bangunan korban bencana alam, penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas hunian mewah dari 5% menjadi 1%, serta peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh.

Dan yang terakhir adalah dengan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPNBM). Bank Indonesia juga mendukung sektor properti lewat kebijakan moneternya, antara lain relaksasi Loan To Value dan pelonggaran Giro Wajib Minimum dan penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.

Baca Juga: Mau Bangun Rumah? Coba Gunakan 3 Jasa Profesional Ini

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor properti tetap tumbuh, karena itu Bank BTN tetap mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan Pemerintah dengan mengandalkan KPR Non Subsidi dan tetap berkomitmen menjadi Bank penyalur FLPP,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah juga bisa membuat sektor properti tumbuh lebih kencang. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun bisa mendekatkan masyarakat dari rumah menuju tempat kerjanya.

Baca Juga: Elon Musk Borong Properti Seharga Rp1,4 Triliun

“Tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membeli properti karena banyak faktor yang membuat investasi pada properti ini menarik pada saat era suku bunga murah berlangsung, uang muka KPR juga semakin terjangkau setelah aturan relaksasi Loan To Value mulai berlaku Desember lalu dan variasi hunian yang strategis terutama di wilayah Jabodetabek semakin banyak karena sarana dan prasarana transportasi yang sudah jadi seperti LRT, MRT,” kata Pahala.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini