Share

Daftar Barang Impor dari China yang Banjiri Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 Februari 2020 08:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 17 320 2169950 daftar-barang-impor-dari-china-yang-banjiri-indonesia-wwcEEKM3TN.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka impor mencapai USD14,28 miliar pada Januari 2020. Sementara untuk impor asal China mencapai USD3,9 miliar atau turun USD123,2 juta atau 3,08% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD4,07 miliar.

Mengutip data BPS, Selasa (18/2/2020), impor tertinggi dari China merupakan produk barang mesin dan peralatan mekanis dengan USD881,3 juta. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD992,9 juta.

Di tempat kedua ada impor mesin dan perlengkapan elektrik dengan angka USD808,3 juta. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD823,7 juta.

Baca Juga: Awal Tahun 2020, Neraca Dagang Defisit hingga USD864 Juta

Kemudian ada impor plastik dan barang dari plastik yang totalnya mencapai USD167,3 juta. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya USD144,2 juta.

Lalu ada impor besi dan baja yang justru mengalami penurunan. Sebelumnya impor besi dan baja mencapai USD164,5 juta di Desember 2019 dan turun menjadi USD146,4 juta di Januari 2020.

Kemudian ada impor bahan kimia organik yang justru mengalami kenaikan. Pada Desember 2019 impor bahan kimia organik hanya USD96,9 juta dan naik menjadi USD133,4 juta.

Baca Juga: BPS Catat Impor Januari 2020 Turun 4,78% ke USD14,28 Miliar

Selanjutnya ada impor barang dari besi dan baja yang turun tipis dari USD129,8 juta menjadi USD129,6 juta. Sementara untuk impor kendaraan dan bagiannya justru naik tajam dari USD81,7 juta menjadi USD112,4 juta.

Lalu impor Filamen buatan juga naik dari USD86,1 juta menjadi USD98,8 juta. Sedangkan untuk impor perabotan dan alat penerangan justru naik tipis dari USD80,9 juta menjadi USD81,6 juta.

Lalu ada impor berbagai produk kimia yang juga naik dari USD55,17 juta menjadi USD66,6 juta. Dan terakhir produk lainnya yang justru turun dari USD1,4 miliar menjadi USD1,3 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini