nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Bersih Bank Permata Naik 66,5% Jadi Rp1,5 Triliun

Irene, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 15:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 278 2170907 laba-bersih-bank-permata-naik-66-5-jadi-rp1-5-triliun-nSVmibpbCw.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA PT Bank Permata Tbk (Bank Permata) mencatatkan pertumbuhan laba bersih setelah pajak sebesar 66,5% menjadi Rp1,5 triliun sepanjang 2019. Rasio Non-Performing Loan (NPL) juga mengalami perbaikan dari 4,4% di akhir tahun 2018 menjadi 2,8% di akhir tahun 2019.

Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan, dari kilas balik perjalanan Bank Permata dalam tiga tahun terakhir, pencapaian akhir tahun 2019 ini mencerminkan komitmen perusahaan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Bangkok Bank Akuisisi 89,1% Saham Bank Permata Rp37 Triliun

“Upaya kami untuk menjaga kualitas aset yang sehat, kedisiplinan biaya operasional secara efisien, menjaga rasio NPL di bawah ketentuan regulator, serta untuk memberi inovasi layanan yang berkelanjutan terutama melalui digitalisasi menjadi kunci utama keberhasilan mencapai target pendapatan bank di tahun ini,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (19/2/2020).

Profitabilitas pada kuartal IV 2019 tumbuh signifikan dengan ditopang pertumbuhan pendapatan usaha yang meningkat. Kenaikan pertumbuhan laba operasional sebelum penyisihan penurunan nilai aset tercatat sebesar 18,8% menjadi Rp3,04 triliun dikontribusi oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 5,6% dan pendapatan operasional selain bunga (Fee Based Income) sebesar 24,3%.

Sementara Net Interest Margin (NIM) meningkat menjadi 4,4%, naik 16bps dibandingkan posisi September 2019 sebesar 4,2% atau naik 28bps dibandingkan posisi Desember 2018 sebesar 4,1%. Seiring dengan kualitas aset yang secara konsisten membaik, biaya pencadangan kredit menurun sebesar 32,5% menjadi sebesar Rp1,14 triliun dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,68 triliun.

Baca Juga: OJK Diminta Investigasi Penjualan Bank Permata

Biaya operasional bank terkontrol dengan baik sehingga rasio efisiensi BOPO membaik secara signifikan menjadi 87,0% di Desember 2019 dibandingkan 93,4% pada periode yang sama tahun lalu. Kualitas aset terus membaik ke level yang sehat, menunjukkan keberhasilan dan komitmen manajemen yang kuat untuk terus memperbaiki kualitas aset. Rasio NPL gross dan NPL net di Desember 2019 terus membaik secara signifikan ke level 2,8% dan 1,3% dibandingkan Desember 2018 yang tercatat sebesar 4,4% dan 1,7% dengan NPL coverage ratio terus terjaga baik sebesar 132,8%.

Perbaikan rasio NPL gross merupakan hasil dari restukturisasi kredit bermasalah, penghapusan kredit, penjualan dan penyelesaian kredit bermasalah (loan settlement) dan ditunjang oleh pertumbuhan kredit good-book secara signifikan. Bank akan tetap menjaga prinsip prudensi dan upaya untuk secara terus menerus memitigasi potensi kerugian kreditnya secara berhati-hati. PermataBank tetap mengutamakan pertumbuhan kredit yang sehat dengan membukukan pertumbuhan kredit sehat sebesar 8,5%, lebih baik dari pencapaian pertumbuhan kredit secara umum di industri perbankan, yang dilakukan secara selektif dengan mengutamakan kualitas aset sesuai dengan kerangka kerja manajemen risiko kredit yang lebih pruden.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini