nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp353/Saham

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 18:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 19 278 2171028 bank-mandiri-tebar-dividen-rp353-saham-AdrhtShemV.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri mengalokasikan 60% dari laba bersih 2019 atau sekitar Rp16,49 triliun (sekitar Rp353,34 per lembar saham) sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp11,2 triliun (sekitar Rp241 per lembar saham).

"Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis dan memenuhi ketentuan terbaru regulator, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya, sementara sisa 40% dari laba bersih 2019 akan digunakan sebagai laba ditahan," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Baca juga: Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp27,5 Triliun di 2019

Menurut dia, Bank Mandiri membukukan kinerja yang sangat baik pada tahun lalu, di mana laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sebesar Rp27,5 triliun atau tumbuh 9,9% secara year on year (yoy).

Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit konsolidasi yang sebesar 10,7% YoY hingga mencapai Rp907,5 triliun pada akhir tahun lalu. Dari kucuran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp59,4 triliun, naik 8,8% YoY dibanding tahun sebelumnya. Alhasil, aset perseroan pun terkerek naik 9,65% menjadi Rp1.318,2 triliun pada akhir tahun lalu," ungkap dia.

Dia menjelaskan, seiring keinginan untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri berhasil memperbaiki kualitas kredit yang disalurkan sehingga rasio NPL gross turun 42bps menjadi 2,33% dibandingkan Desember tahun lalu.

Baca juga: Fakta Menarik Royke Tumilaar Jadi Dirut Bank Mandiri, Nomor 5 Paling Dinanti

"Dampaknya, biaya CKPN pun ikut melandai sebesar -14,9% YoY menjadi Rp12,1 triliun," kata dia

Dia menambahkan, konsistensi untuk mengutamakan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi serta inovasi layanan yang berkelanjutan melalui otomatisasi ataupun digitalisasi, menjadi kunci keberhasilan perseroan dalam melewati tahun 2019 yang diwarnai dengan persaingan ketat industri perbankan serta maraknya usaha pembiayaan berbasis digital.

"Perseroan menyadari tantangan industri perbankan tahun ini akan semakin kompleks, baik dari aspek likuiditas, keberadaan industri teknologi finansial (tekfin) serta ketidakpastian situasi ekonomi global. Untuk itu, kami akan terus mewaspadai perkembangan ekonomi terkini dan melakukan inisiatif strategis yang diperlukan berdasarkan pertimbangan efektivitas dan efisiensi," tandas dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini