nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terinspirasi dari Kolombia, Bos Bulog Perkenalkan Kopi 'Ganja'

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 11:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 19 320 2170761 terinspirasi-dari-kolombia-bos-bulog-perkenalkan-kopi-ganja-AbD7Ng7bjr.jpg Dirut Bulog Budi Waseso (Foto: Okezone.com/Giri Hartomo)

JAKARTA - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) memperkenalkan kopi Ganja alias Gayo dan Jawa pada hari ini. Kopi Ganja ini diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran kedai Jenderal Kopi Nusantara Buwas pada hari ini.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, kopi Ganja sendiri terinspirasi dari tanaman ganja yang ada di Aceh. Ketika dirinya masih bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN), dirinya melihat banyak sekali tanaman ganja yang tumbuh subur di Aceh.

 Baca juga: Go International, Kopi Blawan RI Dibanderol Rp443.000/Kg di Jerman

Bahkan, ganja asal Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Oleh karena itu, dirinya pun sangat penasaran apa yang membuat ganja asal Indonesia begitu populer di dunia.

"Ganja Indonesia ini number one di dunia. Sumbernya dari Aceh. Begitu saya pelajari ternyata tanahnya udaranya, ketinggiannya sangat baik untuk ditanam ganja," ujarnya di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

 Baca juga: Harga Kopi Melonjak Paling Tinggi Sejak 2015

Hanya saja lanjut Buwas, dirinya menginginkan produk pengembangan ganja lain yang bisa ikut menyusul go internasional. Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah pengembangan kopi.

"Akhirnya program alternatif development itu saya laksanakan di Aceh dibantu teman-teman BNN. Akhirnya di situ pendek cerita saya berhasil melaksanakan alternatif perkebunan itu dengan tanaman kopi," jelasnya.

 Baca juga: Tren Ngopi-Ngopi, Kementan Ingkatkan Agar Hindari Dicampur Gula

Sebenarnya lanjut Buwas, pengembangan kopi di tanah tempat ganja di taman ini dirinya pelajari dari Kolombia. Karena ketinggian 1.200-1.400 meter sangat bagus untuk kopi dan hasilnya berkualitas

"Saya belajar di Kolombia. Saksinya banyak teman-teman saya di BNN. Di situlah saya belajar bagaimana menangani narkotika," ucapnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini