Target Bauran 23%, Peluang Startup Energi Terbarukan Kian Terbuka

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 23 320 2172844 target-bauran-23-peluang-startup-energi-terbarukan-kian-terbuka-NjjBgnYGco.jpg Startup (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Untuk mencapai target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen Pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkannya.

Di tengah upaya mendorong industri EBT, antusiasme anak muda untuk dapat berkontribusi terhadap perkembangan EBT kini kian meningkat. Lahirnya startup-startup EBT pun menjadi harapan baru untuk mendorong tercapainya target tersebut.

Baca Juga: Investasi EBTKE Ditargetkan USD20 Miliar hingga 2024

Kepala Bagian Kerja Sama Bilateral Kementerian ESDM, Gita Lestari mengapresiasi tingginya minat pemuda Pekanbaru untuk turut berkontribusi menciptakan ekosistem startup.

"Sepuluh tahun lalu saya sempat dengar ada beberapa orang yang punya inisiatif untuk menjual Solar PV di Sumatera ke petani sawit, atau petani karet sebagai sumber energi. Itu baru satu kelompok, maka tidak terbayang saat ini begitu banyak orang yang concern terhadap EBT," ungkap Gita seperti dikutip laman Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca Juga: Menteri ESDM: Kapasitas Pembangkit Energi Terbarukan Bertambah 700 Mw Tahun Ini

Selain solar PV, Gita mengungkapkan potensi-potensi sumber EBT di Indonesia yang dapat dikembangkan oleh startup EBT di Indonesia. Menurutnya, potensi yang cukup besar untuk dapat dikembangkan salah satunya adalah biogas.

"Saya melihat potensi besar di Indonesia ada 2, solar PV dan biogas. Keduanya cukup potensial untuk dikembangkan oleh startup EBT", jelasnya.

Gita pun berbagi pengalamannya saat mengawal konservasi energi di Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Dia menyebut beberapa inovasi yang kini telah didukung oleh digitalisasi. "Pemerintah Daerah Yogyakarta berhasil menurunkan tagihan atas penggunaan PJU sebesar 60% setelah pemasangan kWh meter di tiap PJU. Jadi memang digitalisasi dapat cukup berperan dalam penghematan energi," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini