Baca Juga: Harga Emas Berjangka Naik 1,7% di Tengah Makin Tersebarnya Virus Korona
Kondisi domestik, lanjutnya, dipengaruhi sejumlah faktor. Selain gonjang-ganjing wabah korona membuat kurs Rupiah tertekan, penurunan suku bunga BI yang 25 bps jadi 4,75% turut dinilai belum tepat. Lantaran, investor lebih memilih untuk menanamkan dananya di safe haven yakni ke instrumen emas.
"BI turunkan suku bunga kenyataannya ini belum tepat, dimanfaatkan pasar untuk kembali ke safe haven, sehingga wajar harga emas alami kenaikan," katanya.
Di sisi lain, kondisi bursa saham juga tengah mengalami penurunan akibat imbas dari virus korona. Hal ini semakin menguatkan investor untuk memilih emas sebagi instrumen investasi. "Sehingga pada saat bursa saham dan obligasi turun, pelaku pasar itu condong ke safe haven, saat ini yang paling tepat itu memang safe haven," kata Ibrahim.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.