Peredaran Turun, BI Sebut Ada 8 Uang Palsu Dalam Sejuta Lembar

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 20 2174389 peredaran-turun-bi-sebut-ada-3-uang-palsu-dalam-sejuta-lembar-ZjvGZsOWNw.jpg Pemusnahan uang (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut adanya penurunan jumlah peredaran uang palsu denominasi Rupiah di dalam negeri. Hal itu dilihat dari rasio uang palsu terhadap uang asli yang menurun di 2019 dari tahun 2015.

Pada tahun 2015, rasio uang Rupiah palsu sebagai tolok ukur tingkat pemalsuan uang tercatat sebesar 11 lembar per 1 juta uang yang beredar (piece per million). Rasio tersebut menunjukkan bahwa dalam setiap satu juta lembar uang Rupiah yang diedarkan, ditemukan 11 lembar uang Rupiah palsu.

 Baca juga: BI: Uang Palsu Rendahkan Kehormatan Rupiah

Namun jumlah itu menurun, pada tahun 2019 rasionya menjadi sebesar 8 lembar per 1 juta uang yang beredar. Artinya, dalam setiap satu juta lembar uang Rupiah yang diedarkan, ditemukan 8 lembar uang Rupiah palsu.

"Jadi terdapat penurunan sebanyak 3 piece per million (sejak 2015 ke 2019)," ujar Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Yudi Harymukti dalam acara Pemusnahan Uang Palsu di Kantor Pusat BI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

 Baca juga: Peredaran Uang Palsu Marak dalam 2 Bulan, Pecahan Rp20.000 Paling Banyak

Menurutnya, secara regional maupun di kawasan lain di dunia, mata uang Rupiah masih relatif baik dari tindakan pemalsuan. Lantaran, dibandingkan dengan mata uang Euro, Pondsterling, maupan Dolar Amerika Serikat (AS) yang rasionya sudah mencapai ratusan per 1 juta.

"Jadi dibandingkan itu, kita (Rupiah) cukup baik," imbuhnya.

Yudi juga menyatakan, BI bakal terus melakukan upaya penanggulangan uang Rupiah palsu, baik dari sisi preventif melalui penguatan kualitas unsur pengaman, sosialisasi, dan edukasi mengenai ciri keaslian uang Rupiah. Hal tersebut untuk melindungi masyarakat dari risiko menjadi korban penerimaan uang Rupiah palsu.

Serta untuk mendukung upaya represif guna memberikan efek jera kepada pelaku pemalsuan uang melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum. "Masyarakat juga dapat melakukan klarifikasi kepada BI kalau memiliki keraguan akan keaslian uang," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini