OJK Sebut Dampak Kasus Jiwasraya Hanya 1% bagi Industri Asuransi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 320 2174375 ojk-sebut-dampak-kasus-jiwasraya-hanya-1-bagi-industri-asuransi-ndPizIDRGN.jpg Kantor Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tidak berpengaruh besar pada industri asuransi. Pasalnya, kontribusi dari perusahaan asuransi plat merah pada industri asuransi secara keseluruhan hanya 1% saja.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, meskipun hanya 1% hanya saja kasus Jiwasraya ini bisa berdampak buruk pada industri asuransi secara keseluruhan. Khususnya yang berkaitan dengan kepercayaan sebab menurutnya, industri asuransi merupakan bisnis kepercayaan.

"Kalau dilihat porsi Jiwasraya dibanding total industri asuransi masih kecil, hanya satu persen dampak Jiwasraya dari total, masih kecil sekali," ujarnya dalam sebuah diskusi di Hotel Ritz Carlton SCBD, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Kejagung Tangkap 6 Pelaku di Kasus Jiwasraya, Komisi VI: Hukum Tak Pandang Bulu

Oleh karena itu lanjut Wimboh, pihaknya akan segera membenahi dan menyelesaikan persoalan dari Jiwasraya. Bahkan dirinya berjanji jika pembenahan ini tak hanya dilakukan pada Jiwasraya saja melainkan industri asuransi secara keseluruhan.

"Jiwasraya bagaimana yang penting solusi ke depan agar masyarakat confident kembali pada sektor keuangan," ucapnya

Oleh karena itu, Wimboh meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak khawatir terkait persoalan kasus Jiwasraya. Dia memastikan, pihaknya tidak hanya akan membenahi Jiwasraya, namun ekosistemnya akan turut diperbaiki.

Baca juga: Suntikan Modal Negara Opsi Terakhir Penyelamatan Jiwasraya

"Sekarang ini banyak shadow banking, karena di perbankan itu high regulated. Orang sekarang mau pinjam ke perbankan, tidak sembarangan dikasih. Pinjamnya dari masyarakat dari mulut ke mulut, ini yang disebut shadow banking," kata Wimboh.

Menurut Wimboh, dengan menciptakan platform pasar modal dan manajemen investasi. Nantinya menurut Wimboh, diharapkan manajer investasi dapat menggunakan platform tersebut dengan mengeluarkan berbagai instrumen.

"Di antaranya Jiwasraya itu yang banyak investasi di manajer investasi. Akhirnya, bagaimana? Ternyata instrumennya banyak yang sebenarnya dari kaidah-kaidah kita yang sebenarnya risikonya sangat besar," kata Wimboh.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini