Share

IHSG Anjlok 4%, Investor Takut Virus Korona

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 28 278 2175498 ihsg-anjlok-4-investor-takut-virus-korona-480ifq8WFQ.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan pelemahan sejak awal pekan hingga perdagangan hari ini, Jumat (28/2/2020). Pada jeda siang, IHSG tercatat anjlok 223,7 poin atau 4,042% ke level 5.311.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menyatakan, pelemahan itu utamanya dipengaruhi oleh wabah virus korona (covid-19) yang kian menyebar ke berbagai negara. Hal itu memberikan kekhawatiran bagi investor mengenai dampak ekonomi yang terjadi.

"Karena ada perlambatan ekonomi akibat virus korona. Kalau di dalam negeri sih diperkirakan defisit (APBN) semakin melebar karena korona," ujarnya kepada Okezone, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Anjlok hingga 4% ke 5.311

Hingga saat ini virus korona telah menyebar lebih dari 44 negara di luar China, di antaranya Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Italia, Amerika Serikat, Nigeria, Iran, hingga Aljazair. Total tercatat lebih dari 83.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dengan 2.858 kematian di seluruh dunia.

Hans menyatakan, kendati di Indonesia belum ditemukan kasus korona, namun hal itu tak menutup kemungkinan untuk investor merasa khawatir menanamkan dananya di pasar modal. Lantaran, hingga saat ini sejumlah pihak meragukan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi kasus korona, sehingga tak bisa dipastikan jika benar-benar tidak terpapar.

"Memang kekhawatiran pasar adalah apakah Indonesia memang bisa mendeteksi (virus korona) atau enggak," imbuhnya.

Di samping itu, ekonomi juga sangat terdampak dengan wabah korona, mengingat China merupakan mitra dagang utama Indonesia. Sepanjang 2019, ekspor Indonesia ke China sebesar USD25,85 miliar atau mengambil porsi terbesar yakni 16,68% dari total ekspor.

Baca Juga: 331 Saham 'Kebakaran', IHSG Terlempar ke Level 5.539

Begitu pula dengan impor dari China, menjadi yang tertinggi di sepanjang 2019 yakni dengan porsi sebesar 29,95% dari total impor. Nilainya tercatat sebesar USD44,58 sepanjang tahun lalu.

Dengan demikian, ekonomi China yang melemah lantaran menjadi negara di mana korona berasal, turut berimbas pada perekonomian Indonesia. Pemerintah memastikan ada pelebaran defisit APBN dari yang di tetapkan sebesar 1,76% Produk Domestik Bruto (PDB) di 2020.

Kondisi pelemahan ekonomi tersebut pun membuat kekhawatiran bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal. "Semua ekonomi terganggu, sehingga pasar saham turun (karena investor khawatir pelemahan ekonomi)," kata dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini