Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kinerja Industri Pariwisata Jeblok, Bakal Terjadi Resesi Global?

Irene , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2020 |14:21 WIB
Kinerja Industri Pariwisata Jeblok, Bakal Terjadi Resesi Global?
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Pukulan besar terhadap industri pariwisata akibat virus korona berpotensi menjadi hambatan besar bagi ekonomi global. Industri ini bertanggung jawab atas 319 pekerjaan dengan pendapatan USD5,7 triliun.

Presiden ekonomi pariwisata sekaligus pemimpin perusahaan riset ekonomi Adam Sacks mengatakan hal serupa. Dirinya berpendapat industri pariwisata adalah yang paling besar bila dibandingkan dengan industri lain di seluruh dunia.

Baca Juga: Daftar Proyek Infrastruktur di Labuan Bajo Rp1,31 Triliun

"Sangat penting. Jika anda mengukur sepenuhnya dampak dari pariwisata, itu lebih besar dari industri lain di seluruh dunia. Tidak ada industri lain yang bisa mengatakan mendukung 1 dari 10 pekerjaan," ungkap Sacks, seperti dilansir dari CNN, Senin (2/3/2020).

Hal ini dikarenakan industri pariwisata memiliki cabang yang beragam. Mulai dari maskapai penerbangan, hotel, restoran, dan teknologi.

"Ini sebagian karena ini adalah industri yang sangat beragam. Ini mencakup banyak hal yang tidak anda pikirkan. Selain maskapai dan hotel, itu bagian dari ritel, bagian dari restoran, bagian dari teknologi," jelas Sacks.

Baca Juga: Pariwisata RI Terdampak Virus Korona, Pengusaha Kehilangan Keuntungan 30%

Minggu ini, United Airlines mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalami penurunan total permintaan dari China sekitar 75% dalam permintaan jangka pendek di sisa rute trans-pasifik. Warga Tiongkok adalah turis yang paling sering berkelana secara global, dengan 180 juta pemegang paspor.

Beberapa konferensi besar pun terpaksa dibatalkan karena cemas virus korona akan menyebar dalam acara tersebut. Konferensi tersebut antara lain Mobile World Congress di Barcelona, acara terkemuka untuk industri ponsel, Geneva Motor Show, Facebook (FB) F8 conference, dan ironisnya, ITB Berlin, pameran dagang terkemuka.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement