Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masker Langka, KPPU Belum Temukan Pelanggaran Persaingan Usaha

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2020 |19:49 WIB
Masker Langka, KPPU Belum Temukan Pelanggaran Persaingan Usaha
Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang melakukan penelitian terkait kelangkaan masker di pasar. Hal itu terjadi setelah keluarnya pernyataan resmi terkait dua warga Indonesia positif terjangkit virus korona (Covid-19).

"Sebelum tahu ada pengumuman dari Presiden Jokowi ini, kami sudah lakukan penelitian terkait kelangkaan masker. Kami berikan porsi untuk ini karena menyangkut hajat banyak. Ini sudah produk penelitian, ini tahap pertama sebelum penyelidikan dan pemberkasan dan masuk ke tahap persidangan," ujar Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih di Kantornya Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Masker hingga Sembako Mahal, Jakarta dan Surabaya Dalam Pantauan Satgas Pangan

Dia menjelaskan dari hasil penelitian KPPU, saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran persaingan usaha. "Jadi, sampai kemarin ekspose, kami belum temukan pelanggaran kartel dan lainnya," ungkap dia.

Namun, lanjut dia ada beberapa wilayah yang kekosongan stok masker. Hal ini akan menjadi konsen KPPU. Dirinya pun pastikan belum ada lonjakan harga masker yang signifikan.

Baca Juga: Apa Sih Manfaat Menggunakan Masker? Ini Penjelasan Dokter

"Memang ada di beberapa tempat yang harganya cukup tinggi dan meresahkan. Tapi belum ada pelanggaran. Maka kenaikan harga karena ada faktor permintaan meningkat dan supply tak bisa langsung memasok," tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, stok masker di dalam negeri berjumlah 50 juta. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak ada praktik penimbunan sehingga berdampak pada kenaikan harga.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement