Erick Thohir Pastikan Ketersediaan Masker dan Hand Sanitizer

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 14:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178002 erick-thohir-pastikan-ketersediaan-masker-dan-hand-sanitizer-jKGcEKzm3D.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan persediaan alat-alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, hingga antiseptik gel masih tersedia di apotek Kimia Farma. Persediaan itu untuk kebutuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta mengantisipasi virus korona.

Menurut dia, untuk pembelian alat-alat kesehatan, saat ini dibatasi untuk mencegah ada masyarakat yang membeli secara borongan.

 Baca juga: Aprindo Catat Belanja Naik Hingga 15%, Efek Panic Buying?

"Barusan saya juga sudah cek masker ini, antiseptic semua ada, dan bahkan Kimia Farma sudah membatasi, bahwa misalnya orang tidak boleh beli lebih dari dua," ujar dia di Apotek Kimia Farma Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Kemudian lanjut dia, harga produk yang dijual merupakan harga yang normal. Pihaknya menyebut, harga produk yang dijual ke masyarakat bukanlah harga permainan ketika seluruh masyarakat saat ini membutuhkannya.

 Baca juga: Masker Langka dan Mahal, Begini Imbauan Menko Airlangga

“Harga juga kita pastikan tidak ada harga-harga ketika masyarakat susah, Kimia Farma tak menaikkan harga, nah itulah fungsinya BUMN hadir untuk rakyat sesuai dengan visinya Presiden Jokowi,” ungkap dia.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Pangan buka suara terkait mahalnya sejumlah masker, cairan pembersih tangan (hand sanitizer) dan juga sejumlah bahan pokok. Pasalnya, kenaikan harga ini cukup membuat kisruh masyarakat sehingga melakukan aksi panic buying.

 Baca juga: Aprindo: Tidak Ada Kenaikan Harga Masker

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, ada sejumlah daerah yang melakukan penimbunan bahan pokok, masker hingga cairan pembersih tangan atau hand sanitezer. Misalnya adalah daerah Jakarta dan Surabaya.

"Sampai saat ini ada beberapa daerah melakukan pemeriksaan di Jakarta dan Surabaya dan ini masih batas di pemeriksaan dan mereka sudah membeli bahan barang ini dengan harga mahal yang di atas harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini