Presiden Jokowi Mengaku Sering Marahi Menteri, Gara-Gara Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 320 2178033 presiden-jokowi-mengaku-sering-marahi-menteri-gara-gara-apa-a9fLu8FiJl.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengaku sering menegur jajaran Menteri dan juga Direktur Jenderal (Dirjen) karena masalah izin. Sebab, berbagai perizinan sudah dipangkas namun ada saja beberapa hal yang mempersulit prosedur yang sifatnya administratif.

Misalnya saja dalam urusan impor dan ekspor yang menurut Jokowi saat ini masih sangat lambat. Padahal di tengah ketidakpastian global ini akibat virus korona diperlukan kecepatan dalam mengeluarkan perizinan

 Baca juga: Telusuri Jalan Kalimantan, Erick Thohir Dibonceng Paspampres

"Jangan sampai dalam situasi demand yang terdistrupsi, situasi suplai yang terdistrupsi, produksi yang terdistrupsi, kita malah enggak merespons itu, masih menganggap biasa-biasa saja. Yang sering saya marah pada menteri maupun dirjen gara-gara hal seperti ini," ujarnya dalam acara Rakernas Kementerian Perdagangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Menurut Jokowi, lamanya pengeluaran rekomendasi untuk impor dan ekspor ini tidak hanya terjadi di Kementerian Perdagangan. Namun pada Kementerian lainnya juga sering terjadi kasus serupa yang justru bisa menghambat kinerja industri dan juga stok di dalam negeri.

 Baca juga: Ketika Erick Thohir Kagum dengan Semangat Generasi Milenial

"Tidak hanya di Kementerian Perdagangan karena urusan (ekspor-impor) bukan hanya Menteri Perdagangan," ucapnya.

Salah satu contohnya adalah masalah pada komoditas anggur yang menurutnya masih kerap dipersulit dalam pengurusan dokumen. Untuk mengurus rekomendasi impor anggur ini diperlukan rekomendasi dari beberapa instansi.

"Urusan dokumen saja sulit, misalnya Holtikultura urusan anggur. Urus dokumen saja sangat sulit sekali. Juga komoditas-komoditas yang lain. Perlu rekomendasi dari sini, rekomendasi dari sini. Ini harus hilang dalam situasi kayak ini," kata Jokowi

Oleh karena itu lanjut Jokowi, dirinya meminta kepada Kementerian Perdagangan agar dalam rapat koordinasi ini fokus dalam satu pembahasan. Adalah untuk mencari tahu prosedur-prosedur mana saja yang harus dipotong.

Karena menurutnya, situasi ekonomi saat ini sudah sangat mendesak imbas virus korona. Jika tak dilakukan dengan cepat, maka ekonomi juga bisa terinfeksi oleh virus korona.

"Jadi rapat kerja pada hari ini fokus di situ saja, bagaimana relaksasi, melonggarkan, mempercepat prosedur yang sebelumnya sangat lama, berbelit-belit. Itu saja sudah. Prosedur mana potong, prosedur mana simpelkan. Situasi ini tidak normal. Jangan anggap ini situasi normal," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini