Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dominasi Ekspor Nasional, Industri Manufaktur Jadi Andalan

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 04 Maret 2020 |21:11 WIB
Dominasi Ekspor Nasional, Industri Manufaktur Jadi Andalan
Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Sepanjang tahun 2019, industri memberikan kontribusi terbesar hingga tembus USD126,57 miliar atau 75,5% dari capaian nilai ekspor nasional. Untuk itu, pemerintah semakin fokus meningkatkan nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri.

“Oleh karena itu, kami memberikan perhatian serius terhadap pengembangan sektor-sektor industri yang berorientasi ekspor,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika menjadi narasumber pada Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2020 di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Baca Juga: Ini Langkah Pemkot Depok Antisipasi Penyebaran Virus Korona

Adapun lima sektor industri pengolahan nonmigas yang mencatatkan nilai ekspornya paling besar pada tahun 2019, yakni industri makanan dan minuman yang mampu menembus hingga USD27,28 miliar. Kemudian, industri logam dasar sebesar USD17,37 miliar, serta industri tekstil dan pakaian jadi mencapai USD12,90 miliar.

Selanjutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menyumbang USD12,65 miliar serta industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik yang menyetor senilai USD11,91 miliar.

“Pada Januari 2020, nilai ekspor produk industri mencapai USD10,52 miliar atau berkontribusi sebesar 78,45% dari total nilai ekspor nasional sebesar USD13,41 miliar,” ungkap Menperin.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Masih Miliki Ruang Fiskal untuk Tangkal Virus Korona

Nilai ekspor terbesar diberikan industri makanan dan minuman (USD2,10 miliar), diikuti industri logam dasar (USD1,74 miliar) serta industri tekstil dan pakaian jadi (USD1,08 miliar). Agus menyebutkan, Amerika Serikat menjadi negara tujuan utama pengapalan produk industri nasional. Negara berikutnya, China, Jepang, Singapura, dan India.

“Pemerintah terus berupaya membuka akses perluasan pasar ekspor, terutama ke negara-negara nontradisional,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian bersama pemangku kepentingan terkait saling bersinergi untuk semakin mendongkrak daya saing produk manufaktur agar bisa menembus kancah internasional. “Dalam hal ini, negara harus hadir. Misalnya, kami terus berkoordinasi dengan Kemendag,” ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement