Kemenkeu Sebut Masih Miliki Ruang Fiskal untuk Tangkal Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 20 2177029 kemenkeu-sebut-masih-miliki-ruang-fiskal-untuk-tangkal-virus-korona-XmWwqTgofS.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan menyebut pemerintah masih akan melakukan exercise kebijakan untuk mengatasi virus Korona. Apalagi pagi tadi, Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan ada dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkena dampak virus Korona.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Arif Baharuddin mengatakan, pemerintah masih memiliki cukup ruang untuk mengeluarkan kebijakan fiskal. Sebab pemerintah menargetkan defisit APBN sebesar 1,76%.

Baca Juga: Imbas 2 Korban Korona COVID-19, Kemenkes Awasi 48 Orang

"Yang jelas kalau dari sisi fiskal, kita masih berusaha untuk mengikuti perkembangan yang ada, yang jelas kita punya space agak longgar. Budget defisit 1,76% 2020 kita punya space kalau harus melebarkan defisit," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (3/3/2020).

Meskipun begitu lanjut Arif, pemerintah masih belum menetapkan kebijakan apa yang akan ditempuh. Sebab pemerintah masih memantau situasi terkini dari wabah virus Korona di tanah air.

"Kajian tetap berjalan. Kalau ini terjadi berapa lama terus berjalan. Kita serap keinginan dari berbagai pihak seperti APINDO dari situ kita tahu concern lapangan dan langsung juga lakukan exercise," jelasnya.

Baca Juga: Tips Cegah Korona COVID-19, Menkes Terawan: Jangan Bekerja Sampai Malam

Hingga saat ini pihaknya masih akan melakukan dan menjalankan kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Adapun pemerintah menyiapkan dana Rp10,3 triliun untuk memberikan insentif bagi pariwisata Indonesia.

"Kalau tadi nanya anggaran yang mu diskip? Belum ada pembahasan tentang itu," kata Ari.

Sementara itu, Staff Ahli Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah masih akan melakukan beberapa kebijakan agar ekonomi bisa tetap stabil. Beberapa kebijakan fiskal maupun moneter.

"Kita akan gunakan possible instrument dari pemerintah dan otoritas, fiskal monetary financial utk berikan confidence kepada semuanya dan berikan satu stabilisasi terhadap perekonomian. keywordnya stabilitation dan confidence," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini