Penjelasan Sri Mulyani: Dampak Virus Korona Tidak Akan seperti Krisis Keuangan 2008

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 20 2178643 penjelasan-sri-mulyani-dampak-virus-korona-tidak-akan-seperti-krisis-keuangan-2008-QRT4JbRidA.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat bicara mengenai dampak virus korona (Covid-19) yang memukul pertumbuhan ekonomi global. Imbas penyebaran virus korona, ekonomi global pada tahun ini disebut seperti krisis keuangan 2008.

Baca Juga: Ekonomi Dunia 2020 Tertekan Virus Korona, Bos IMF: Kita Akan Berjuang Melawan

Menurut Sri Mulyani, krisis keuangan global pada 2008 sangat berbeda dengan jika dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan virus korona. Krisis keuangan global 2008 berasal dari lembaga keuangan terutama dari perbankan.

"Naturenya beda dengan 2008. Kalau 2008 kan contagion (penularan) berasal dari lembaga keuangan terutama dari perbankan, capital market karena ada sentimen tadi yang kemudian pengaruhi stabilitas, karena mungkin langsung hit (memukul) pada sektor riil-nya karena menyangkut masalah orang yang tidak berani melakukan mobilitas, tidak melakukan kegiatan, itu pengaruhi sektor riil, investasi, manufacturing," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga: Virus Korona Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global, Begini Penjelasan OECD

Sri Mulyani menambahkan, dampak penyebaran virus korona ke perekonomian global lebih pada masalah riil, seperti mengganggu aktivitas maupun produksi perusahaan seperti airlines, hotel hingga industri manufaktur yang dilihat dari terganggunya rantai pasok.

"Walaupun nanti bisa mengenai sektor keuangan juga, karena bisa menimbulkan Non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah," kata Sri Mulyani.

Untuk mengatasi dampak penyebaran virus korona ke perekonomian, pemerintah berkonsentrasi dalam mengambil kebijakan agar benar-benar mengurangi dampak di sektor riil. "Entah melalui berbagai relaksasi dan juga dari sisi demand side supaya masyarakat yang pertama jangan merasa ketakutan yang membuat mereka tidak melakukan kegiatan apa-apa. Tapi kan risiko penyakit ini kan harus dibobot bener ya. Jadi kita juga dalam rekomendasinya tergantung dari nature spreadnya itu," ujar Sri Mulyani.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini