Sri Mulyani Ungkap Ancaman Virus Korona dari Sisi Ekonomi

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 20 2178647 sri-mulyani-ungkap-ancaman-virus-korona-dari-sisi-ekonomi-AZntwgBd7g.jpg Virus Korona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyebaran virus korona (Covid-19) memiliki tingkat kompleksitasnya lebih rumit dibanding krisis finansial pada 2008. Meskipun krisis keuangan global pada 2008 sangat berbeda dengan jika dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan virus korona. Krisis keuangan global 2008 berasal dari lembaga keuangan terutama dari perbankan.

"Lebih rumit yang ini. Karena ini menyangkut manusia merasa dia harus memberikan ketenangan dulu apa yang disebut dengan ancaman atau risiko terhadap mereka. Karena ini menyangkut diri langsung pada ancaman mereka, keselamatan, kesehatan, sampai pada kemungkinan terancam meningggal dunia, itu yang jauh lebih langsung," kata Sri Mulyani di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Baca Juga: Penjelasan Sri Mulyani: Dampak Virus Korona Tidak Akan seperti Krisis Keuangan 2008

Sri Mulyani pun membandingkan keadaan krisis finansial pada 2008. Pada kala itu, krisis finansial 2008 terjadi imbas adanya masalah di lembaga keuangan, khususnya perbankan. Hal ini membuat perusahaan jatuh dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Kalau ini (virus korona) langsung orang sakit, jadi nature-nya lebih dalam karena masyarakat tiba-tiba menjadi setengah lumpuhlah. Seperti sekolah ditutup, pabrik ditutup, orang kerja dari rumah. Itu kan tiba-tiba kayak kotanya, aktivitasnya menjadi paralyze," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Virus Korona Tekan Pertumbuhan Ekonomi Global, Begini Penjelasan OECD

Untuk itu, Sri Mulyani harus mencermati dampak penyebaran virus korona secara cermat agar tidak terjadi kesalahan. "Makanya dampaknya bisa lebih harus kita perhatikan betul. Akibatnya bisa sama seperti perusahaan dalam kondisi seperti ini mereka neraca keuangannya menurun tapi nature-nya jauh lebih dalam. Itu yang kita lihat." katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini