nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stimulus Ekonomi, Menko Airlangga Gelontorkan Subsidi KUR Rp190 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 05 20 2178708 stimulus-ekonomi-menko-airlangga-gelontorkan-subsidi-kur-rp190-triliun-O9C9YrMR5i.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah bakal memberikan stimulus kepada perbankan untuk menangkal virus korona. Salah satunya dengan cara menaikan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan platform kredit sebesar Rp190 triliun.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, subsidi KUR ini sebagai upaya untuk mencegah dampak virus korona pada perbankan. Meskipun sebelumnya, Bank Indonesia juga sudah memberikan relaksasi dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%.

 Baca juga: 9 Kriteria Usaha yang Bisa Ajukan Program KUR

"Ini langkah penguatan apa yang bisa dilakukan ke depan tadi disampaikan dari pemerintah menaikkan subsidi bunga KUR dan platfom kredit 190 Triliiun," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Pihaknya akan segara menerbitkan stimulus fiskal lainnya demi menangkis dampak serangan wabah Covid-19. Adapun stimulus fiskal atau insentif yang diterbitkan pemerintah untuk sektor pariwisata dan kemudahan ekspor-impor.

Baca juga: Jokowi Bakal Salurkan KUR Rp325 Triliun hingga 2024

Untuk stimulus pariwisata pemerintah menyiapkan anggaran Rp10,3 triliun. Anggaran ini diperuntukkan untuk insentif penerbangan, hotel dan juga Influencer untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Pada dasarnya mendengar masukan dari stakeholder CEO perbankan, dan juga menyampaikan terkait prioritas pemerintah dengan stimulus paket pertama dan kedua tentu kebijakan yang diambil BI dan OJK dengan harapan tentu transmisi daripada penurunan suku bunga dari BI bisa dirasakan masyarakat," katanya.

Baca juga: Bunga KUR Turun Jadi 6%, UMKM Boleh Pinjam hingga Rp50 Juta

Untuk paket stimulus kedua, pemerintah akan mempermudah izin ekspor impor. Dalam paket kedua juga nantinya pemerintah akan mendengarkan masukan-masukan dari perbankan untuk mengetahui apa saja stimulus yang akan dimasukan.

"Pemerintah sendiri akan melakukan paket kedua terkait kemudahan ekspor dan impor, sekaligus mendengar dari perbankan bagaimana situasi kredit dan juga terkait dana dana yang masuk ke perbankan, dan langkah-langkah penguatan apa yang bisa dilakukan ke depan," kata Airlangga.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini