Industri Bangun Pabrik di Indonesia Timur Dapat 'Libur' Bayar Pajak

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 Maret 2020 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 05 320 2178747 industri-bangun-pabrik-di-indonesia-timur-dapat-libur-bayar-pajak-2nPBrmBCSX.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah menyiapkan insentif berupa libur bayar pajak (tax holiday) dan juga tax allowance bagi industri yang membangun sentra produksi di kawasan Indonesia timur. Hal ini dilakukan untuk lebih mengoptimalkan manfaat dari program tol laut.

Baca Juga: Disentil Jokowi tentang Tol Laut, Ini Kata Menko Luhut

Asal tahu saja, tax allowence merupakan salah satu fasilitas pajak yang diberikan kepada investor untuk mengurangi pajak yang dihitung berdasarkan besarnya investasi yang ditanamkan. Sementara untuk tax holiday merupakan fasilitas pajak yang berlaku untuk perusahaan yang baru berdiri dengan diberikan kebebasan pembayaran pajak penghasilan (PPh) badan dalam periode tertentu.

“Akan diberikan tax allowanc panjang kepada industri-industri yang dibangun di Indonesia timur. Untuk memenuhi Indonesia timur. Jadi jangan terlalu banyak Jawa yang ke sana (Indonesia timur),” ujarnya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2020)

Baca Juga: Menko Luhut: Tol Laut Ditambah Jadi 26 Trayek

Saat ini, lanjut Luhut, pemerintah tengah memilah-milah industri mana saja yang akan mendapatkan insentif. Namun dirinya menyebut jika industri yang pertama kali akan mendapatkan insentif adalah pelaku usaha makanan dan minuman.

“Ya misal makanan, di Jawa misal tax holidaynya 15 tahun, di sana kita bisa berikan 20 tahun. Industri semen juga bisa,” kata Luhut.

Lanjut Luhut, pemerintah juga akan menambah jumlah kapal menjadi 26. Dengan penambahan ini diharapkan akan menarik industri untuk membuka sentra bisnisnya di Indonesia TImur.

“Dirasakan banyak manfaatnya kapal jadi 26 (trayek),” kata Luhut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dana sebesar Rp400 miliar untuk subsidi tol laut. Selain memberikan subsidi, pemerintah juga menginginkan agar agen yang mendistribusikan barang diperbanyak.

“Subsidi dikeluarkan kira-kira Rp400an miliar untuk berikan subsidi tadi. Keempat nanti yang menjadi agen melakukan distribusi barang enggak hanya satu. Paling enggak dua atau tiga jadi tidak ada monopoli dari satu perusahaan,” kata Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini