Impor Bahan Baku Diminta Bebas Hambatan, Ini Alasannya!

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 08 Maret 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 07 320 2179763 impor-bahan-baku-diminta-bebas-hambatan-ini-alasannya-hhMHtc7bfn.jpg Kontainer (Reuters)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta kepada jajaran Menterinya untuk memberikan kelonggaran pada impor bahan baku. Hal ini agar harga-harga di dalam negeri tidak mengalami kenaikan.

Kenaikan tersebut  dikarenakan tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini sangat tidak mudah. Masalah yang dihadapi bukan hanya urusan perang dagang, tetapi yang terbaru dampak virus korona atau Covid-19.

 Baca juga: Presiden Jokowi: Karena Virus Korona, Supply dan Demand Rusak

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta jangan bekerja hanya sesuai rutinitas. ”Perang dagang belum bisa diselesaikan, sekarang muncul virus korona yang itu menambah sulitnya ekonomi dunia, sulitnya politik global yang menjadikan tidak menentu,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan Pemerintah akan melakukan berbagai macam upaya untuk mencukupi kebutuhan sehari hari masyarakat maupun industri. Misalnya dengan membuka kembali keran impor untuk beberapa komoditas pangan.

Berikut Okezone sudah merangkum fakta Presiden minta impor bebas hambatan, Minggu (8/3/2020) :

 Baca juga: Cegah Virus Korona, Presiden Jokowi Minta Menteri Cari Terobosan Jangan Hanya Kerja Rutinitas

1. Jokowi Minta Menterinya Longgarkan Impor Bahan Baku

Presiden Joko Widodo meminta kepada jajaran Menterinya untuk memberikan kelonggaran pada impor bahan baku. Hal ini agar harga-harga di dalam negeri tidak mengalami kenaikan.

Menurut Jokowi, jika harga naik maka akan berimbas pada angka inflasi yang bisa kembali tinggi.

2. Pelonggaran Impor untuk Jaga Inflasi

Menurut Jokowi, jika harga naik maka akan berimbas pada angka inflasi yang bisa kembali tinggi. Padahal, dalam lima tahun ini pemerintah berhasil menurunkan angka inflasi dari kisaran 8 hingga 9% menjadi stabil di kisaran 3,5%.

"Ini yang sudah kita jaga 5 tahun. Berpuluh-puluh tahun inflasi di atas 8-9%. Kita sudah bisa menjaga di posisi kurang lebih 3% selama 5 tahun ini. Jangan sampai terganggu gara-gara hal seperti ini," ujarnya.

 Baca juga: 'Terinfeksi' Virus Korona, China Alami Defisit Neraca Dagang hingga USD7,09 Miliar

3. Kerusakan Disrupsi Berdampak pada Permintaan dan Penawaran

Sebagaimana diketahui, lanjut Presiden, kerusakan disrupsi ini sudah mengenai semua seperti supply, demand, dan produksi sehingga diperlukan kehati-hatian jangan menganggap hal yang biasa.

”Sekarang pertama urusan impor, tolong ini betul-betul dilihat yang berhubungan dengan kebijakan-kebijakan policy-policy impor. Jangan lagi ada yang menghambat di situ, karena nanti menyangkut apa bahan baku industri, hati-hati ini,” Presiden mengingatkan.

4. Masyarakat Indonesia Diminta Jangan Panik

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meminta untuk masyarkat tidak panik atas situasi kenaikan harga. "Saya telah mengeluarkan persetujuan impor untuk beberapa komoditas yang perlu adanya tambahan stok,” ujar Agus.

Misalnya saja dengan membuka keran impor untuk gula kristal mentah (raw sugar) sebesar 438.802 ton. Raw sugar ini diimpor untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP).

“Izin impor yang kami telah keluarkan adalah gula kristal mentah yang telah digunakan sebagai bahan baku gula kristal putih untuk konsumsi yang telah diterbitkan sebanyak 438,8 ribu ton yang dapat penuhi kebutuhan hingga Mei 2020,” kata Agus.

5. Dikeluarkan Izin Impor Bawang Putih Dari China

Selain itu, pemerintah juga mengeluarkan izin impor bawang putih. Impor bawang putih ini nantinya akan didatangkan dari China.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan sejauh ini tidak ada larangan impor bahan makanan dari China ataupun negara lainnya. Sebab, larangan kebijakan ekspor impor ini hanya diperuntukkan untuk produk hewan hidup asal China.

“Selain itu, kami telah menerbitkan (izin impor) komoditas bawang putih,” ucapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini