Lagi Sakit, Sri Mulyani Enggan Berjabat Tangan dengan Pejabat Kemenkeu

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 09 20 2180319 lagi-sakit-sri-mulyani-enggan-berjabat-tangan-dengan-pejabat-kemenkeu-3bA7zk1gKs.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tolak berjabat tangan saat melantik pejabat eselon III di lingkungan Kementerian Keuangan. Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan atas wabah virus Korona yang sudah masuk ke Indonesia.

Pasalnya saat sedang melantik, Sri Mulyani dalam keadaan sedang tidak enak badan. Bahkan saat sedang menyampaikan sambutan, Sri Mulyani sempat berhenti sejenak dan batuk.

Sri Mulyani mengatakan, seharusnya dirinya tidak berada di ruangan tersebut. Karena bisa terjadi penularan penyakit kepada seluruh orang yang ada di ruangan.

Baca Juga: Bicara Aset Negara, Sri Mulyani: Stop Cost of Doing Nothing

Apalagi saat ini tengah ramai wabah virus Korona (Covid-19) di berbagai dunia termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, Sri Mulyani memohon maaf karena tidak bisa menyalami satu persatu pejabat yang dilantik.

"Saya seharusnya kalau batuk tidak boleh di ruangan seperti ini. Mohon maaf. Nanti kita enggak pakai salam-salaman ya. Mohon maaf ini bentuk supaya tidak terjadi penularan," ujarnya dalam acara pelantikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Menurut Sri Mulyani, bukan dirinya tidak menghormati pejabat yang baru saja dilantik. Namun dirinya hanya mencegah agar dirinya tidak menyebarkan virus kepada seluruh yang hadir.

Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Tanah untuk Eks GAM Belum Dibahas

"Bukan saya tidak menghormati tapi inilah cara agar tidak menularkan kepada yang lain," ucapnya.

Menurut Sri Mulyani, virus Korona sudah menyebar ke beberapa negara di dunia termasuk Indonesia. Bahkan penyebarannya begitu cepat dan bisa berpengaruh pada perekonomian negara.

"Terjadinya Korona di berbagai negara sekarang sudah lebih 100 negara. Dengan intensitas penyebaran yang tinggi itu dinamika perubahan yang harus anda baca," kata Sri Mulyani.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini