JAKARTA - Harga minyak mentah dunia anjlok 30% dipicu kegagalan OPEC mencapai kesepakatan dengan sekutunya mengenai pengurangan produksi. Harga minyak turun tajam ke level terendah sejak 1991. Harga minyak turun karena Arab Saudi memulai perang harga dengan Rusia dengan memangkas harga jualnya dan berjanji untuk meningkatkan produksi imbas virus korona.
Terkait hal itu, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut jatuhnya harga minyak tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya kenaikan itu dipicu oleh perang harga minyak antar para negara-negara eksportir utamanya yang tergabung dalam OPEC.
Baca Juga: Minyak Anjlok 30% ke Level Terendah Sejak 1991, Imbas Konflik Arab Saudi-Rusia
"Pagi ini kita dikejutkan dengan perang minyak yang sebabkan turunnya harga minyak dari USD60 ke USD30 per barel," ujar dia di Gedung BI di, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Dia menjelaskan kondisi ini semakin menunjukkan tren era globalisasi di dunia semakin menurun atau mulai masuknya era deglobalisasi. Apalagi kondisi itu terjadi setelah perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan negara-negara mitra dagang utamanya, khususnya China kian memanjang.

"Ini contoh-contoh menurunnya globalisasi sedemikian cepat," ungkap dia.
Sebelumnya, harga minyak mentah anjlok pada perdagangan hari Jumat 6 Maret 2020 waktu setempat. Hal ini dikarenakan Rusia menolak keras usulan Organization of the Petroleum Exporting Countrie (OPEC), untuk pengurangan produksi agar harga stabil demi antisipasi dampak Virus Korona atau Covid-19.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.