nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikebut, Fasilitas Karantina Virus Korona Rampung Akhir Maret

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 09 Maret 2020 21:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 09 320 2180683 dikebut-fasilitas-karantina-virus-korona-rampung-akhir-maret-jkZZjr7udT.jpg Fasilitas Karantina Virus Korona. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan fasilitas karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona, selesai akhir Maret 2020. Fasilitas ini akan dibangun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan fasilitas tersebut memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut merupakan kawasan wisata sejarah.

Baca Juga: Pasien Positif Virus Korona Terus Bertambah, RI Bangun Fasilitas Karantina di Batam

"Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” tutur Basuki, dalam keterangannya, Senin (9/3/2020).

Basuki menerangkan, saat ini pekerjaan sudah dilakukan land clearing dengan memobilisasi alat berat dozer 7 unit, excavator 7 unit, dump truck 4 unit, genset 2 unit, 2 mobil tangki air dan 1 toilet mobile.

Baca Juga: Penataan Kebun Raya Batam Rampung 100%, Begini Penampakannya

“Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kita sambungkan," kata Basuki.

Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lebih lanjut, untuk menyediakan air baku, telah disiapkan 4 alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

"Untuk menunjang fasilitas observasi dan isolasi, kami akan bangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang," jelas Menteri Basuki.

Waduk Monggak Rempang memiliki volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar. Untuk pengerjaannya, saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA tengah menyiapkan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk sepanjang 6,7 km. Total anggaran diperkirakan sekitar Rp 17 miliar.

Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini