BI Ajak UMKM di Kawasan Wisata Badui Gunakan QR Code

Rasyid Ridho , Jurnalis · Selasa 10 Maret 2020 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 10 20 2181134 bi-ajak-umkm-di-kawasan-wisata-badui-gunakan-qr-code-HJ0UjbpxB2.jpg BI Ajak UMKM di Badui Pakai Sistem QRIS. (Foto: Okezone.com)

LEBAK - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten terus gencar melakukan sosialisasi standar nasional kode QR atau Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) ke berbagai kalangan. Salah satunya mengajak para pelaku UMKM di Kawasan Wisata Suku Badui, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menggunakan QRIS.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA BI Banten Erry P. Suryanto mengatakan, kegiatan sosialisasi dilakukan dalam rangka memperluas penetrasi penggunaan QRIS oleh masyarakat Banten khususnya di daerah-daerah terdalam seperti kawasan wisata adat suku Badui, Lebak.

Baca Juga: Berlaku 1 Januari 2020, Ini Aturan Khusus QR Code Indonesia

"Baduy kan ikon Banten. Salah satu yang kita sasar yakni keunikan lokalnya, karena di sini potensi wisata bagus, sudah dikenal wisatawan lokal hingga mancanegara, dan dengan QRIS ini bisa mendorong perekonomian di sini (Baduy)," ujar Erry kepada wartawan. Selasa (10/3/2020).

Dijelaskan Erry, para pelaku UMKM yang beralih ke QRIS terutama di lokasi objek wisata seperti perkampungan Suku Badui dapat mendorong meningkatnya omset penjualan dan akhirnya perekonomian masyarakat semakin sejahtera.

Baca Juga: Daftar Biaya Transaksi QR Code Indonesia Besutan BI

“Kita harapkan dengan gencarnya melakukan sosialisasi ke pelaku-pelaku UMKM di Badui dapat mendorong dan mengajak minat menggunakan QRIS," ujarnya.

Erry mengungkapkan, saat ini penggunaan QRIS oleh merchent atau pedagang di Banten sudah mencapai 162.117. Dengan jumlah itu menjadikan Bantern berada di posisi ke lima pengguna QRIS terbanyak di Indonesia.

Khusus di Kabupaten Lebak sebanyak 2.661 pedagang sudah memanfaatkan QRIS. "Kita harapkan semua pelaku UMKM sekitar 100 bisa menggunakan QRIS, tapi untuk saat ini setengahnya bisa menggunakan saja sudah bagus. Karena butub waktu untuk meyakinkan mereka," kata Erry.

Salah satu pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan QRIS Amir mengaku, sudah merasakan kemudahan dan meningkatnya omsetnya penjualannya. "Sudah menggunakan QRIS sekitar tiga bulan lalu, sejak pakai pendapatan lumayan meningkat karena semua bentuk transaksi bisa ke handle, engga ada yang kelewatan," kata Amir.

Penjual produk khas Badui itu pun mengajak kepada para pelaku UMKM lainnya untuk bermigrasi menggunakan QRIS. Sebab, dengan pengguaan QRIS dapat meningkatkan pelayanan dan juga taraf ekonomi masyarakat sekitar. "Awalnya baru saya yang pakai, semoga dengan sudah dikenalkannya QRIS teman yang lain juga pakai," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini