Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun karena Virus Korona, Diprediksi Tembus USD2.000

Vania Halim , Jurnalis-Selasa, 10 Maret 2020 |13:37 WIB
   Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 7 Tahun karena Virus Korona, Diprediksi Tembus USD2.000
Ilustrasi Harga Emas (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Harga emas melonjak di atas USD1.700 pada perdagangan Senin kemarin, mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun imbas penyebaran virus korona (coronavirus) Covid-19, sehingga investor mencari aset yang lebih aman.Namun, para analisis mengatakan bahwa harga logam mulia akan terus naik ke level ke USD2.000.

Baca Juga: Investor Cari Aman, Harga Emas Berjangka Meroket

Manajer Portofolio di RWC Partners Clark Fenton memprediksi harga emas bisa menembus USD2.000 tahun ini, terutama pasca tindakan darurat Federal Reserve minggu lalu.

"Ini mungkin terlihat seperti emas telah menguat, tetapi investor juga tak melewatkan kesempatan sebagai tempat yang aman. Investor akan dipaksa untuk mencari di luar obligasi untuk menjaga kekayaan mereka," kata Clark seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Aset seperti obligasi pemerintah dan emas dipandang sebagai tempat yang aman bagi investor. Dalam kondisi pasar saat ini, emas telah mendekati level tertinggi karena saham dan obligasi berada di bawah tekanan.

Baca Juga: Harga Emas Turun, Kini Dibanderol Rp842.000/Gram

Kepala Investasi di Willis Owen Adrian Lowcock menyebutkan beberapa minggu ke depan sebagai berpotensi kritis bagi para investor, ketika penyebaran virus korona. Ia meramalkan bahwa tingkat ketakutan yang ada di pasar bisa mendorong emas ke USD2.000.

"Apa yang dapat kita lihat adalah tingkat ketakutan di pasar sangat ekstrem yang belum pernah kita lihat sejak krisis keuangan. Jika situasinya meningkat ada kemungkinan yang sangat nyata bahwa harga emas dapat terus berjalan selama beberapa bulan terakhir dan dapat menembus USD2.000," kata Lowcock.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement