Bayar Dana Nasabah di Akhir Maret, Jiwasraya Jual Citos hingga Obligasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 11 320 2181786 bayar-dana-nasabah-di-akhir-maret-jiwasraya-jual-citos-hingga-obligasi-3UqxnyxKhP.jpg Jiwasraya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tanda-tanda pelunasan pembayaran polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kepada nasabahnya semakin menemui titik terang. Sebab, rencananya pembayaran polis akan dilakukan dalam waktu dekat.

Asal tahu saja, nilai kerugian akibat gagal bayar sendiri mencapai Rp16,8 triliun. Angka tersebut mengalami kenaikan dari angka yang diumumkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebelumnya yang hanya sekitar Rp10 triliun saja.

 Baca Juga: Janji Erick Thohir pada Nasabah Jiwasraya: Insya Allah Maret

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, sudah ada beberapa alternatif yang akan digunakan untuk membayar kewajiban kepada nasabah. Salah satunya adalah dengan menjual aset obligasi.

Selain itu, perseroan juga bisa menjual aset properti yang dimiliki saat ini. Salah satu yang akan dijual adalah pusat perbelanjaan Cilandak Town Square (Citos).

Baca Juga: Mal Cilandak Town Square Dijual Rp3 Triliun, Minat?

Menurut pria yang kerap disapa Tiko, penjualan aset properti ini bisa menutupi pembayaran dana nasabah hingga Rp3 triliun. Sementara sisanya bisa berasal dari dana kas perusahaan.

"Ada beberapa, pertama di Jiwasraya ada aset-aset likuid yang bisa dijual seperti obligasi. Kedua, kita juga lakukan proses penjualan properti, ada beberapa termasuk Citos," ujarnya saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (11/3/2020).

Tiko menambahkan, pihaknya akan meminta persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terlebih dahulu sebelum melunasi polis kepada nasabah. Rencananya, pihaknya akan melapor kepada DPR pada akhir Maret mendatang.

Untuk nasabah yang akan menerima pembayaran kewajiban diutamakan yang pensiunannya. Adapun nilainya, masih digodok kementerian dan Jiwasraya

"Setelah tanggal 22-23 Maret ada rapat kerja sekali lagi dengan DPR. Setelah itu baru kita jalankan," kata Tiko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini