nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Infrastruktur Diharapkan Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Virus Korona

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 18:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 11 320 2181808 investasi-infrastruktur-diharapkan-jaga-stabilitas-ekonomi-di-tengah-virus-korona-01YGTh4d3S.jpg Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai investasi pada infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memobilisasi pendapatan negara untuk stabilitas ekonomi di tengah penyebaran virus korona.

Maka dari itu, BKPM mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) lima proyek melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Baca Juga: Pemerintah Tawarkan 5 Proyek Senilai Rp57,1 Triliun dengan Skema KPBU

“Hari ini Kementerian PUPR telah menjalankan apa yang menjadi arahan Presiden untuk percepatan proyek –proyek strategis infrastruktur. Saya kira melalui kegiatan ini Kementerian PUPR sudah terbuka, profesional, dan hasil kerjanya cepat,” kata Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dalam keterangan Kementerian PUPR, Rabu (11/3/2020).

Adapun lima proyek yang ditawarkan adalah Sistem Transaksi Tol Non-tunai Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) sepanjang 1.713 Kilometer (Km) dengan nilai investasi Rp2,92 triliun, Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci sepanjang 40 km dengan nilai investasi Rp26,15 triliun, Preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau sepanjang 43 km dengan biaya investasi Rp 654,8 miliar.

Baca Juga: Fasilitas Karatina Korona di Pulau Galang Rampung 28 Maret

Kemudian, jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg sepanjang 38,6 km dengan investasi sebesar Rp18,51 triliun, dan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,12 km dengan nilai investasi Rp8,95 triliun.

“Pesan saya, siapapun pemenangnya harus dapat merangkul pengusaha-pengusaha di daerah agar mereka dapat bersinergi, termasuk UMKM-nya. Menurut saya pemerataan pertumbuhan itu jauh lebih penting, sehingga dapat meningkatkan daya beli. Jadi saya kira investasi Pemerintah juga harus menjadi instrumen pemerataan tersebut,” ujar Bahlil.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan, market sounding merupakan forum yang diinisiasi pemerintah untuk menyampaikan informasi menyeluruh terkait rencana pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU kepada pasar atau calon investor.

“Selain itu juga untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat calon investor terhadap proyek yang ditawarkan Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) atau Government Contracting Agency,” kata Anita.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini