nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Tawarkan 5 Proyek Senilai Rp57,1 Triliun dengan Skema KPBU

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 11 Maret 2020 18:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 11 320 2181795 pemerintah-tawarkan-5-proyek-senilai-rp57-1-triliun-dengan-skema-kpbu-nWCItQaiYJ.jpg Kementerian PUPR Tawarkan 5 Proyek Infrastruktur. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk lima proyek senilai Rp57,18 triliun.

Penyelenggaraan market sounding sangat penting dalam mendukung pengembangan infrastruktur di bidang jalan dalam rangka mengurangi biaya logistik, memperlancar mobilitas serta meningkatkan daya saing bangsa. 

Baca Juga: Fasilitas Karatina Korona di Pulau Galang Rampung 28 Maret

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Anita Firmanti mengatakan, market sounding merupakan forum yang diinisiasi pemerintah untuk menyampaikan informasi menyeluruh terkait rencana pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU kepada pasar atau calon investor.

“Selain itu juga untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat calon investor terhadap proyek yang ditawarkan Kementerian PUPR selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) atau Government Contracting Agency,” kata Anita, dalam keterangannya, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Fasilitas Observasi Pengendali Virus Korona Telan Biaya Rp17 Miliar

Adapun lima proyek yang ditawarkan adalah Sistem Transaksi Tol Non-tunai Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) sepanjang 1.713 Kilometer (Km) dengan nilai investasi Rp2,92 triliun, Jalan Tol Layang Cikunir-Karawaci sepanjang 40 km dengan nilai investasi Rp26,15 triliun, Preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di Provinsi Riau sepanjang 43 km dengan biaya investasi Rp 654,8 miliar.

Kemudian, jalan Tol Kamal-Teluk Naga-Rajeg sepanjang 38,6 km dengan investasi sebesar Rp18,51 triliun, dan Jalan Tol Bogor-Serpong via Parung sepanjang 31,12 km dengan nilai investasi Rp8,95 triliun.

Menurut Anita, pembangunan jalan tol dan peningkatan kualitas jalan nasional memiliki peran penting sebagai “backbone” dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia. Untuk itu, penyelenggaraan market sounding sangat penting dalam pengembangan konektivitas di Indonesia dan menjawab tantangan kebutuhan pembiayaan infrastruktur.

“Melalui skema KPBU, diharapkam muncul daya ungkit/leverage dari hasil investasinya, sehingga keuntungan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur lainnya,” tutur Anita.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini