Mendag Sebut Impor Gula dan Bawang Putih Asal China Tidak Ada Halangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 Maret 2020 18:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 12 320 2182393 mendag-sebut-impor-gula-dan-bawang-putih-asal-china-tidak-ada-halangan-gu6r3FgkFH.jpg Impor Gula dan Bawang Putih dari China Tidak Bermasalah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan impor gula dan bawang putih dari China sebenarnya tidak banyak halangan. Hanya saja dalam pengiriman atau distribusi ke Indonesia terhambat karena ada masalah virus korona.

”Logistik ini kan masuk biasanya cepat ya. Nah dalam proses ini juga kan itu pergerakan orang di Tiongkok ini dibatasi. Itu yang kadang-kadang memang sedang kita antisipasi,” ujarnya, dikutip dari Setkab, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Gula dan Bawang Putih, Mendag Gelar Operasi Pasar

Karena hal itu, lanjut Mendag, kebijakan untuk merelaksasi impor sedang dikoordinasikan dengan kementerian terkait.

”Kalau nanti menjelang ini ada kebijakan yang merelaksasi kebijakan impor apabila dengan penanganan minggu ini belum juga. Nanti kita lebih relaksasikan lagi kebijakan impornya,” ujar Mendag.

Baca Juga: Harga Ayam dan Beras Naik pada Hari Ini

Untuk alternatif impor, Mendag menyampaikan ada dari India, tapi China sendiri tidak banyak halangan, hanya perlambatan saja. Diakui Mendag, semua ini termasuk gula juga akibat perlambatan logistik karena pengiriman harusnya masuk mungkin minggu lalu namun ada keterlambatan.

”Tapi ini sedang dalam proses pelaksanaan pengirimannya dan juga mungkin proses pengolahan dari raw sugar menjadi gula konsumsi,” kata Agus.

Soal bawang putih, Mendag menyampaikan ini sudah beberapa keluar yang mungkin sekitar hampir 60 ribu-an ya. ”Saya rasa dengan ini berjalan terus keluarnya, nah kalau memang nanti harga masih tinggi nanti kita akan bahas dan akan kita kita keluarkan izin impornya,” ujarnya.

Izin impornya, menurut Mendag, memang perlu waktu untuk pelaksanaannya, jadi nanti diihat kalau masih dalam beberapa hari ke depan akan dipantau terus harganya. ”Apabila ini masih tetap kita akan mengambil kebijakan untuk merelaksasi impor ini,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini