nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fasilitas Karantina Virus Korona di Batam Rp17 Miliar, Ini Faktanya

Vania Halim, Jurnalis · Minggu 15 Maret 2020 13:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 14 320 2183338 fasilitas-karantina-virus-korona-di-batam-rp17-miliar-ini-faktanya-V9LO91iv2F.jpg Eks Kamp (Foto: PUPR)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona atau Covid-19 di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Fasilitas memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut merupakan kawasan wisata sejarah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas ksehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

Berikut Okezone telah mengumpulkan fakta fasilitasi karantina korona di Batam, Minggu (15/3/2020) :

1. Menyiapkan Fasilitas Pembangunan Fasilitas Karantina

Fasilitas memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) yang difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut merupakan kawasan wisata sejarah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas ksehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020.

"Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 minggu harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan. Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kita sambungkan," kata Basuki, dalam keterangannya, Senin (9/3/2020).

 

2. Dibangun Dua Banfunan Tingkat Dua

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dimana satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8-10 pasien.

Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, kita akan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Bekas Rumah Sakit yang ada disini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry," ujar Basuki.

3. Manfaatkan Lokasi Eks Tempat Penampungan Pengungsi Vietnam

Pemerintah akan memanfaatkan lokasi ex-tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) untuk dijadikan tempat karantina atau observasi pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona. Lokasi tersebut berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai informasi, kamp pengungsi Vietnam difungsikan sejak 1979 hingga 1996 di Pulau Galang. Kini lokasi tersebut menjadi kawasan wisata sejarah.

Mengutip keterangan Kementerian PUPR, Senin (9/3/2020), selain bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi). Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.

4. Anggaran Sekitar Rp17 Miliar untuk Membangun Fasilitas Observasi

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp17 miliar untuk membangun fasilitas observasi atau karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus korona atau Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya.

5. Akan Rampung 28 Maret 2020

Pemerintah tengah membangun fasilitas observasi dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, khususnya virus korona atau Covid-19, di Kota Batam. Proyek tersebut ditargetkan selesai 28 Maret 2020.

“Sudah (dikerjakan) dari hari Minggu kemarin, sampai 28 Maret,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari KR Jogja, Rabu (11/3/2020).

Fasilitas karantina tersebut memanfaatkan lokasi eks tempat penampungan (kamp pengungsi Vietnam) pada 1979 hingga 1996 di Pulau Galang.

6. Bangunan Pendukung untuk Dokter dan Tenaga Medis

 

Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga menyebut akan ada dua area pada rumah sakit khusus Pulau Galang tersebut. Di mana untuk area pertama merupakan bangunan kamp bekas eks pengungsi Vietnam yang nantinya dijadikan bangunan pendukung.

"Bangunan pendukung akan ada hunian untuk dokter dan tenaga medis. Lalu di bangunan itu juga akan dibuatkan dapur, tempat laundry, hingga gudang," ujar dia di Kementerian PUPR Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Kemudian, lanjut dia, area kedua yang akan mulai dibangun, menjadi tempat observasi dan karantina. Di sana akan dibuatkan bangsal-bangsal dengan jumlah 400 tempat tidur.

"Dan kita juga akan bangun semacam tempat observasi. Nanti dibentuk, ruang-ruangan sebanyak 400 bed," ungkap dia.

7. Untuk Mempercepat Pembangunan, Dikirimkan Beton Precast

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengirimkan material modul panel (beton precast) untuk percepatan pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular utamanya Covid-19 di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga mengatakan pekerjaan konstruksi terus terlaksana di lapangan. Di mana kemarin telah dilakukan pengiriman modul panel dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta menuju Pelabuhan Sijantung Karyapura di Pulau Galang yang berjarak 1,6 km dari lokasi pembangunan.

Pengiriman juga dilakukan menggunakan Pesawat Hercules dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Hang Nadim di Kota Batam yang berjarak 60 km.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini