JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pembersihan menyeluruh terhadap sarana dan fasilitas perkeretaapiannya. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif penyebaran virus korona di transportasi publik kereta api.
KAI menjelaskan, di Stasiun Gambir dan Pasar Senen telah dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan Biosanitizer yang disemprotkan ke kursi, pagar dan perangkat fasilitas penumpang serta sudut ruangan stasiun lainnya.
Tidak hanya itu, KAI juga melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi dan menyiagakan petugas kebersihan. Bantal yang tersedia di kereta pun dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang.
"PT KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan edukasi di stasiun dan sarana kereta melalui berbagai cara dan media informasi terkait bahaya virus corona dan cara pencegahan baik untuk KA Jarak Jauh dan KRL," ujar PT KAI dalam keterangan persnya, Jakarta, Sabtu (14/3/2020).
PT KAI juga mengimbau kepada para pengguna jasa KAJJ dan KRL untuk menggunakan jika tidak sehat seperti batuk dan pilek atau bersin. Pengguna jasa kereta api juga diharapkan turut serta dalam menjaga kebersihan di area stasiun seperti tidak membuang sampah tisu dan membuang air liur atau meludah di sembarang tempat.
Sebagai informasi, PT KAI memberlakukan pelarangan bepergian menggunakan kereta api bagi penumpang yang kedapatan memiliki suhu badan tinggi. Hal ini dilakukan KAI dengan melakukan pengecekkan suhu tubuh di setiap meja boarding pass stasiun-stasiun.
PT KAI juga akan mengembalikan bea tiket bagi penumpang yang dilarang naik kereta api. Bila penumpang suspect korona membawa pendamping dan masuk dalam satu kode booking, maka pendamping tersebut juga akan dikembalikan tiketnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.