nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Corona Meluas, Resesi Global Makin Terasa

Vania Halim, Jurnalis · Selasa 17 Maret 2020 15:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 17 20 2184683 virus-corona-meluas-resesi-global-makin-terasa-KguzmwGHhQ.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Restoran, toko, dan maskapai penerbangan dan pabrik ditutup di seluruh dunia dimulai dari New York, Paris, dan Madrid. Para ekonom memperingatkan bahwa resesi global menjadi ancaman.

Data ekonomi Dire yang dirilis oleh China menunjukkan bahwa virus corona menghantam negara itu pada bulan Januari dan Februari. Pemerintah dan Bank Sentral di Eropa dan Amerika Utara mengejar langkah drastis untuk mencoba mengendalikan pandemi, Asia masih dalam siaga tinggi dan pasar keuangan dalam krisis kata pakar.

Baca juga: Iran Tuduh AS Kampanye 'Terorisme Ekonomi'

"Sedangkan 10 hari yang lalu ada beberapa ketidakpastian yang sah tentang apalak ekonomi global sedang dalam proses masuk ke dalam resesi," kata. Mantan Kepala Penelitian dan Statistik David Wilcox.

Melansir dari CNN, Jakarta, Selasa (17/3/2020), Runtuhnya aktivitas mempengaruhi setiap sektor ekonomi China selama bulan Februari. Penjualan ritel anjlok 20,5% selama Januari dan Februari dibandingkan dengan 2019, output industri turun 13,5% dan investasi aset tetap turun hampir 25%, menurut Biro Statistik Nasional.

"Kami melihat dampak dari lockdown di China" ujar Ben May Direktur Penelitian Makro Global di Oxfprd Economics.

Baca juga: Waspada Virus Korona, Usai Pegang Uang Kertas Jangan Sentuh Wajah

Sementara kondisi keuangan telah memburuk dalam beberapa hari terakhir, membuat penjual kesulitan menentukan harga karena pasar mengalami volatilitas yang ekstrem. Saham AS sekarang turun 27% dari rekor tertinggi mereka.

"Perkembangan yang paling mengkhawatirkan sekarang tampaknya berada pada risiko yang jauh lebih tinggi dari pasar keuangan yang menjadi penguat dari dinamika yang merugikan," tutur Wilcox.

Federal Reserve AS mengambil tindak darurat untuk mengurangi dampak dari virus corona dengan memotong suku bunga acuan mendekati nol.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini