Share

ADB Siapkan Paket Bantuan Rp103,5 Triliun untuk Tangkal Virus Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 20 2185662 adb-siapkan-paket-bantuan-rp103-5-triliun-untuk-tangkal-virus-corona-nArhTABmdt.jpg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/NBC News)

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) mengumumkan paket bantuan tahap awal senilai USD6,5 miliar atau setara Rp103,5 triliun (kurs Rp15.937 per USD) untuk mengatasi keperluan mendesak dari negara-negara berkembang anggotanya dalam menghadapi pandemi virus korona atau Covid-19.

"Pandemi ini telah menjadi krisis global, sehingga diperlukan aksi kuat di tingkat nasional, kawasan, dan dunia," ungkap Presiden ADB Masatsugu Asakawa, dalam keterangannya, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga: ADB Pangkas Proyeksi Perekonomian Asia, Indonesia Tetap Dipatok di 5,1%

Bersama dengan negara-negara berkembang anggota ADB, disiapkan seperangkat tindakan agresif untuk menangkal pandemi ini, untuk melindungi kaum miskin, rentan, dan populasi secara luas di kawasan ini dan untuk memastikan ekonomi akan membaik secepat mungkin.

“Setelah berdiskusi dengan para anggota dan organisasi setara, kami menyediakan dana pertolongan USD6,5 miliar ini untuk memenuhi kebutuhan mendesak dari negara-negara anggota kami," ujarnya.

Baca Juga: ADB Siapkan Pembiayaan Khusus untuk Bencana Alam

Paket awal mencakup sekitar USD3,6 miliar untuk operasi sektor publik bagi serangkaian kegiatan kesehatan dan ekonomi untuk merespons pandemi ini, dan USD1,6 miliar untuk operasi sektor swasta bagi usaha mikro, kecil dan menengah, perdagangan domestik dan kawasan, serta perusahaan yang terdampak secara langsung.

ADB juga akan memobilisasi sekitar USD1 miliar dari sumber daya konsesional melalui realokasi dari beberapa proyek yang sedang berlangsung dan mengkaji kemungkinan kebutuhan yang darurat. ADB akan menyediakan USD40 juta untuk bantuan teknis dan hibah yang dapat disalurkan dengan cepat.

Untuk menyediakan paket dukungan pada negara-negara berkembang anggota secepat dan sefleksibel mungkin, ADB akan menyesuaikan instrumen pendanaan dan bisnis prosesnya. Apabila disetujui oleh Dewan Direktur ADB, penyesuaian tersebut akan mencakup akses yang lebih cepat terhadap bantuan darurat bagi perekonomian dengan keterbatasan fiskal yang akut, prosedur yang lebih ringkas untuk pemberian pinjaman berbasis kebijakan, dan sistem pengadaan universal yang fleksibel dan lebih cepat.

Pandemi semacam ini menuntut respons yang terkoordinasi dan kolaborasi yang kuat antara negara dan lembaga. ADB akan terus memperkuat kolaborasinya dengan International Monetary Fund, the World Bank, berbagai lembaga pembangunan lain di tingkat kawasan, World Health Organization, dan badan-badan pendanaan bilateral seperti Japan International Cooperation Agency, serta US Centers for Diseases Control dan organisasi sektor swasta, untuk memastikan implementasi yang efektif dari upaya tanggap COVID-19 ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini