Operasional Pelabuhan dan Kapal Barang Terus Beroperasi meski Ada Wabah Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 19 Maret 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 19 320 2185795 operasional-pelabuhan-dan-kapal-barang-terus-beroperasi-meski-ada-wabah-corona-GdAYjuRith.jpg Operasional Pelabuhan Masih Normal di Tengah Wabah Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pelayanan kapal barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, terus berjalan. Tak hanya itu, operasional dan pelayanan terhadap pengguna jasa PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), tetap berjalan di tengah ancaman virus corona atau Covid-19.

Direktur Transformasi IPC Ogi Rulino mengatakan, IPC siap mengantisipasi semua kemungkinan terburuk, demi berjalannya operasional di pelabuhan. Hal ini sebagai jawaban mitra pemilik barang maupun pemilik kapal di luar negeri, perihal kemungkinan terhentinya layanan kepelabuhanan menyusul wabah Corona di Indonesia.

Baca Juga: 5 Fakta Perombakan Direksi Pelindo II, Arif Suhartono Jadi Dirut Baru

“Kami memberikan jaminan bahwa pelabuhan, terutama terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok akan terus beroperasi,” kata Ogi Rulino, dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Menyikapi kemungkinan pemberlakuan karantina total (lockdown), yang kini ramai diperbincangkan banyak pihak, sejauh ini IPC belum punya rencana lain, selain tetap beroperasi. Dengan tetap beroperasi, pelabuhan mendukung ketersediaan barangbarang kebutuhan masyarakat, baik dari luar pulau maupun luar negeri.

Baca Juga: Pelindo II Gandeng Operator Pelabuhan Rumania

“Kami akan terus beroperasi. Kecuali ada permintaan khusus dari pemerintah bahwa semua operasional dan kegiatan di pelabuhan harus dihentikan,” ujarnya.

Pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Priok memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan pelayanan moda transportasi lainnya. Pelayanan yang dominan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah barang baik container maupun non container.

“Kalau di terminal bus, stasiun kereta maupun bandara, obyek layanan utamanya adalah manusia (penumpang), yang punya risiko besar terjadi penularan. Namun di Pelabuhan Tanjung Priok, obyek utamanya adalah barang, baik peti kemas maupun non peti kemas. Layanan penumpang di terminal penumpang sangat sedikit dibandingkan dengan pelayanan barang,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini