nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Luhut: Dunia Sudah Akui Indonesia Agresif dalam Menangani Sampah

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 20 Maret 2020 19:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 20 320 2186627 menko-luhut-dunia-sudah-akui-indonesia-agresif-dalam-menangani-sampah-IQ2e1wRopf.jpg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan menyatakan, dunia internasional sudah mengakui bahwa Indonesia sangat agresif dalam menangani permasalahan sampah.

“Oleh karenanya, seluruh unsur baik pemerintah maupun masyarakat, jangan lantas terlena dan justru harus bekerja lebih keras dan bahu membahu dalam menyelesaikan masalah sampah,” ujar Menko Luhut saat membuka video conference “Rakor Penanganan Sampah Laut” bersama para menteri, kepala lembaga dan BUMN terkait, di kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga: Menteri Siti: Pak Jokowi Sangat Tegas pada Permasalahan Lingkungan

Lebih lanjut, arahan Menko Luhut dalam Rakor virtual tersebut, di antaranya kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo adalah mengenai pemanfaatan teknologi pengumpul sampah di laut dan sungai, antara lain dengan menyiapkan kapal pengangkut sampah di setiap pelabuhan di bawah koordinasi PT Pelindo.

“Supaya di setiap pelabuhan punya kapal pengangkut sampah, Pelindo koordinasi Menteri KKP, kita harus mulai sekarang, galangan kapal manapun yang dipilih terserah, yang pasti yang terbaik untuk membangun kapal pengangkut sampah,” ujar Menko Luhut.

Baca Juga: Menteri LHK Terkesan Ada Alat Ubah 30 Ton Sampah Jadi Bahan Bakar

Kemudian, kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Taslim, Menko Luhut memberi arahan terkait pemanfaatan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) untuk penanganan sampah.

Menteri LHK lalu menjelaskan mengenai langkah-langkah strategis, antara lain, mengenai perlunya dibuat regulasi mengenai pembangunan RDF di Indonesia. Dalam regulasi tersebut, lanjut Menteri LHK akan mencakup mengenai daftar daerah yang berpotensi untuk dibangun RDF, harga pembelian RDF oleh offtaker, kontribusi RDF dalam mengurangi gas rumah kaca dan pendalaman bersama kepada para pimpinan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

“Serta, menyiapkan kelompok masyarakat dengan kegiatan Bank Sampah sebagai bagian sistem pengumpulan sampah, dan penerapan bertahap konsep pilah sampah,” ujarnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini