Langkah AS untuk Tenangkan Pasar Keuangan di Tengah Wabah Virus Corona

Sabtu 21 Maret 2020 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 21 20 2186832 langkah-as-untuk-tenangkan-pasar-keuangan-di-tengah-wabah-virus-corona-qVEemBpPx8.jpg The Fed (Reuters)

JAKARTA - Sementara pandemi global virus corona menyebabkan kehancuran ekonomi di seluruh dunia, pemerintah AS telah mengambil sejumlah langkah dramatis untuk mempertahankan aliran uang lewat perekonomian AS.

Mengutip VoA Indonesia, Departemen Keuangan AS pada hari Jumat (20/3/2020) waktu setempat mengumumkan akan menunda batas waktu pengajuan pajak penghasilan 2019 hingga 15 Juli, dari batas waktu semula 15 April.

 Baca juga: Kongres AS Siapkan RUU Stimulus Ekonomi Rp15.690 Triliun Hadapi Covid-19

Pada saat yang sama, Bank Sentral atau Federal Reserve (The Fed) telah memangkas suku bunga dan mengambil sejumlah langkah yang akan memungkinkannya terus mendorong uang ke tangan bisnis dan peminjam perorangan melalui segala cara yang tersedia - beberapa di antaranya belum diaktifkan.

Sejauh ini, tindakan Bank Sentral telah banyak menenangkan pasar saham, yang dalam sepekan terakhir telah menghapus rekor pencapaian sejak Presiden Donald Trump menjabat pada Januari 2017. Namun Bank Sentral dan Departemen Keuangan masih memiliki beberapa perangkat (kebijakan) fiskal dan moneter untuk meredakan kepanikan investor.

 Baca juga: Trump Siapkan USD50 Miliar untuk Bantu Keuangan Maskapai Penerbangan AS

Keputusan Departemen Keuangan untuk menunda batas waktu pengajuan pajak bisa meringankan tekanan likuiditas pada bisnis dan perorangan yang sangat terpukul oleh gejolak ekonomi Amerika yang pasti akan mengalami kerugian dalam beberapa minggu mendatang dan mungkin beberapa bulan.

Banyak langkah yang dilakukan The Fed sejauh ini, untuk merespons krisis akan tidak asing lagi bagi warga yang masih ingat bagaimana bank sentral menangani dampak krisis keuangan 2007-2008. The Fed mempertahankan suku bunga serendah mungkin dan meluncurkan program pembelian obligasi yang dirancang untuk membantu memastikan tidak ada kekurangan uang tunai di pasar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini