Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Rupiah Ambyar di Rp16.000/USD

Taufik Fajar , Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2020 |11:12 WIB
Fakta Rupiah Ambyar di Rp16.000/USD
Rupiah (Okezone)
A
A
A

Rupiah sudah menyentuh Rp16.000 per USD hari ini. Hal ini membuat pemerintah harus kembali memantau kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk melakukan upaya mengembalikan stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Ada 3 permintaan yang dia inginkan untuk BI.

"Saya minta BI fokus terus jaga stabilitas rupiah, menjaga inflasi agar terkendali, dan mempercepat berlakunya ketentuan penggunaan rekening rupiah di dalam negeri," ujarnya.

4. Kejatuhan Rupiah ke Rp16.000 per USD seperti Krisis Moneter 1998?

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menegaskan, kondisi Rupiah dan perekonomian Indonesia saat ini jauh berbeda dengan krisis 1998. Dia menjelaskan, krisis 1998 berawal dari krisis mata uang Thailand Bath yang diperburuk dengan pengelolaan utang luar negeri swasta yang tidak prudent.

Saat itu, sebagian utang luar negeri swasta tidak dilindungi nilai, penggunaan utang jangka pendek untuk pembiayaan usaha jangka panjang, serta utang luar negeri yang dipergunakan untuk pembiayaan usaha yang berorientasi domestik. Krisis utang luar negeri swasta tersebut yang mendorong tekanan pada rupiah dimana tingkat depresiasi rupiah mencapai sekitar 600% dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, yaitu dari Rp2.350 per USD menjadi Rp16.000 per USD.

“Meskipun sebagian besar nilai tukar negara berkembang termasuk rupiah cenderung melemah terhadap dollar AS, namun kondisi ini masih jauh dari krisis 1998. Kondisi fundamental perekonomian Indonesia sekarang sangat berbeda dengan kondisi fundamental pada tahun 1998,” kata Josua kepada Okezone.

5. Cara BI Perkuat Rupiah

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement