nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erick Thohir Siapkan Internet 500 Mb di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 22 Maret 2020 19:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 22 470 2187347 erick-thohir-siapkan-internet-500-mb-di-rs-darurat-covid-19-wisma-atlet-SDtrYd0K8s.jpg Kamar Pasien Positif Corona di Wisma Atlet Kemayoran. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan kebutuhan alat medis di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. Selain itu, disiapkan juga jaringan untuk telekomunikasi.

“BUMN akan mensuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker. Selain itu, untuk kebutuhan komunikasi, kami juga sudah menyiapkan jaringan telekomunikasi hingga 500 MB," ujar Menteri BUMN, usai meninjau kesiapan Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Baca Juga: Tergerus Virus Corona, Industri Properti Minta Stimulus ke OJK

Adapun dalam peninjauan tersebut, hadir juga Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR dan Kepala BNPB. Sebagai informasi, Wisma Atlet Asian Games Kemayoran di Jakarta Utara yang dalam empat hari terakhir “disulap” menjadi rumah sakit ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta. 

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, ada beberapa komponen pekerjaan pada Wisma Atlet. Pertama, pembersihan wisma karena sudah lama tidak dipakai, kedua, modifikasi wisma sebagai rumah sakit darurat.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Suplai Kebutuhan Alat Medis di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet

"Untuk pembersihan ini sudah selesai termasuk penyemprotan sudah selesai kemarin sore. Ini sudah 100%. Kemudian modifikasi, di lantai 1,2,3 tower 7 ini karena dimanfaatkan jadi RS Darurat. Ada laboratorium, farmasi ada radiologi. Semua sudah siap, sudah 100%. Insya Allah malam ini sudah bisa selesai dan bisa gladi resik," ujar Basuki.

Kemudian, kata Basuki, akan dilakukan pengaturan arus orang, di mana pasien dan petugas tidak boleh berpapasan. Hal ini akan diatur Kementerian Kesehatan.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini