nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggaran untuk Insentif Petugas Medis Tersedia

Selasa 24 Maret 2020 15:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 24 20 2188331 anggaran-untuk-insentif-petugas-medis-tersedia-eu6Bwolh4l.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - DPRD Kota Yogya meyakini tidak ada persoalan anggaran terkait antisipasi virus corona di Kota Yogya. Meski alokasi dana tak terduga dalam pos APBD 2020 cukup terbatas, namun ada peluang penggunaan pos lain maupun pergeseran anggaran.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogya Rifki Listianto, mengungkapkan hasil rapat koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya diputuskan persoalan anggaran tidak ada masalah.

“Dalam masa kondisi tanggap darurat kali ini pergeseran anggaran cukup mengacu pada rekomendasi gugus tugas penanganan Covid-19. Jadi tidak perlu dibahas bersama dewan,” kata dia dilansir dari KRJogja, Selasa (23/3/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta APBD Dialokasikan untuk Bantuan Sosial

Pos anggaran tak terduga sebelumnya dialokasikan Rp3,5 miliar. Akan tetapi sudah banyak tersedot hingga menyisakan ratusan juta rupiah. Namun demikian masih terdapat anggaran bagi hasil cukai rokok sebesar Rp5 miliar rupiah. Sesuai ketentuan, 75% dari alokasi cukai rokok tersebut dapat dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19, sedangkan 25%nya untuk iur BPJS Kesehatan bagi penerima bantuan iur (PBI).

Oleh karena itu masih ada alokasi Rp3,75 miliar yang dapat dipergunakan. Dana itu belum termasuk hasil pergeseran anggaran dari tiap OPD yang nilainya bisa mencapai Rp3 miliar. “Gugus tugas yang sudah dibentuk Pemkot merupakan ujung tombak penanganan Covid-19. Berapapun anggaran yang dibutuhkan, bisa digeser sesuai rekomendasinya. Kita mendorong agar setiap penanganan tidak terkendala anggaran. Tinggal bagaimana Pemkot bisa bergerak cepat,” urainya.

Baca Juga: Jokowi ke Kepala Daerah: Pangkas Rencana Belanja yang Tidak Prioritas!

Sejumlah upaya yang bisa dilakukan oleh Pemkot, imbuh Rifki, ialah memperluas ruang isolasi bagi pasien dalam pengawasan (PDP). Bahkan, imbuhnya, keberadaan RS Pratama bisa digunakan sepenuhnya untuk ruang isolasi korona. Hal ini karena wabah Covid-19 di Kota Yogya dinilai baru fase awal dan belum mencapai puncaknya.

Selain itu, pengujian atau tes cepat untuk diagnosis Covid-19 juga perlu segera direalisasikan agar ada deteksi dini di masyarakat. “Aset milik Pemkot yang berpotensi menjadi kerumunan masyarakat perlu dikaji kembali operasionalnya. Social distancing harus benar-benar dioptimalkan karena efektif memutus penyebaran wabah,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Yogya M Ali Fahmi, mengusulkan ada alokasi anggaran untuk tambahan insentif bagi petugas medis. Pasalnya, petugas pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas kini menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Apalagi mereka juga termasuk golongan rentan yang terpapar karena berinteraksi dengan penderita.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini