nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lima Menit untuk Indonesia

Rabu 25 Maret 2020 14:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 25 11 2188791 lima-menit-untuk-indonesia-eclKczeR2s.jpeg dok: BPS

PETIKAN bait lirik dalam lagu dangdut populer yang dibawakan oleh artis dangdut Ine Sinthya pernah booming puluhan tahun lalu. Lirik lagu itu menunjukkan bahwa 5 menit sangat berharga dalam mengambil sikap untuk kehidupan yanglebih baik.

Jika masuk ke kanal youtube dan kita coba ketikkan ‘5 menit yang mengubah hidup’, akan banyak ditemui tayangan inspirasi tentang hal-hal penting yang dapat mengubah hidup kita dan bisa dilakukan hanya dalam lima menit.

ist

Lima menit pula bisa kita luangkan waktu untuk mengubah masa depan bangsa ini. Bagaimana bisa? Caranya dengan ikut berpartisipasi pada Sensus Penduduk 2020 dengan mengisi Sensus Penduduk Online yang hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit saja. Cukup dengan masuk ke laman sensus.bps.go.id melalui gawai yang terhubung dengan internet (HP, tablet, notebook, komputer), dan jawab pertanyaan yang tercantum didalamnya dengan jujur.

Sebelumnya jangan lupa untuk menyiapkan buku nikah, dokumen cerai, surat kematian (jika memungkinkan), Kartu keluarga, dan KTP, untuk seluruh anggota keluarga. Selanjutnya ikuti langkah-langkah berikut:

1.Pilih bahasa, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK)

2.Isikan kode yang tampak di bawah Nomor KK,

3.lalu klik "Cek Keberadaan"

4.Buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan,

5.lalu klik "Buat Password" untuk pengamanan data yang sudah anda catatkan di SP Online

6.Masukkan kata sandi yang sudah dibuat, lalu klik "Masuk"

7.Bacalah panduan awal mengenai pengisian SP Online,

8.lalu klik "Mulai Mengisi"

9.Ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan dengan jujur dan benar

10.Setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga “sudah update”, lalu klik “Kirim”

11.Unduh bukti pengisian dan selesai.

Cukup waktu lima menit per orang untuk mengisi pertanyaan tersebut. Berikutnya data tersebut akan digunakan sebagai pengambilan kebijakan terkait kependudukan dan perencanaan pembangunan yang lebih baik oleh pemerintah.

Jadi dengan berpartisipasi dalam SP Online kita telah berkontribusi nyata terhadap negara. Bagi penduduk yang belum berpartisipasi dalam SP Online, nantinya akan dikunjungi oleh petugas sensus resmi dari BPS dengan metode wawancara yang dilaksanakan pada 1–31 Juli 2020.

Lalu bagaimana dengan keamanan datanya?

Data penduduk akan aman karena dijamin oleh Undang-undang. Hal tersebut juga ditegaskan oleh Direktur Sistem Informasi Statistik BPS, Muchammad Romzi. “Jadi kerahasiaan data, baik hasil sensus penduduk online maupun sensus penduduk wawancara dijamin.

Ada undang-undang yang mengatur,” katanya. Romzi juga menuturkan, BPS telah menggandeng Kementerian Dalam Negeri, Badan Siber dan Sandi Negara, akademisi dari berbagai universitas, serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk menjamin kerahasiaan data SP2020.

(cm)

(fmi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini