Darurat Corona, Bandara Baru Yogyakarta Tak Layani Penerbangan Internasional

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 28 320 2190483 darurat-corona-bandara-baru-yogyakarta-tak-layani-penerbangan-internasional-cjMftYP7bl.jpg Pesawat (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bandara Baru Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) akan beroperasi penuh pada esok hari. Hanya saja, untuk sementara waktu tidak akan ada rute penerbangan internasional pada bandara ini.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, tidak adanya penerbangan internasional menyusul dua maskapai yang menghentikan operasionalnya sementara. Adalah maskapai penerbangan AirAsia dan SilkAir.

Baca Juga: Kisah Pengoperasian Bandara YIA, Tanpa Seremoni hingga Atur Jarak Penumpang 2 Meter Imbas Corona

Adapun AirAsia menghentikan sementara penerbangan dari NYIA menuju Singapura mulai 1 April. Sementara SilkAir menghentikan sementara penerbangan untuk rute Kualalumpur-NYIA.

"Dari AirAsia dan SilkAir mereka menyamapaikan memberhentikan sementara penerbangannya sampai 11 Mei," ujarnya dalam telekonferensi, Sabtu (28/3/2020).

Baca Juga: Gara-Gara Virus Corona, 18.300 Penerbangan di 15 Bandara Dibatalkan

Menurut Faik Fahmi, penerbangan internasional ini baru akan ada lagi pada Mei 2020. Namun dengan catatan jika pandemi corona atau covid-19 ini sudah benar-benar berhenti.

"Kemungkinan mulai ada penerbangan internasional pada 11 Mei kalau tidak ada perubahan," ucapnya.

Sementara itu, untuk rencana penerbangan tambahan ada beberapa maskapai yang sudah mengajukan minatnya. Salah satunya adalah Scoot Tigerair untuk rute penerbangan NYIA-Singapura.

"Perlu kami sampaikan juga sebenarnya, ketika kondisi penyebaran virus covid-19 ini belum merebak di Indonesia, direncanakan waktu itu sempat ada beberapa airline asing yang mempersiapkan diri untuk segera mengoperasikan penerbangan internasional langsung menuju ke Yogyakarta," katanya.

Hanya saja, hingga saat ini masih belum dapat dikonfirmasi legi mengenai kapan realisasi flight tersebut bisa dilakukan. Mengingat saat ini pandemi corona atau covid-19 masih berlanjut di seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Tapi kondisinya berubah dengan adanya penyebaran virus corona ini, tentu saja harapannya nanti setelah kondisi virus covid itu bisa mereda kita akan kembali komunikasikan untuk memastikan mereka bisa beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas bandara yang menurut kami sudah sangat memenuhi standar," kata Faik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini