nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menilik Megastimulus Covid-19 Milik Amerika Serikat USD2,2 Triliun

Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu 29 Maret 2020 17:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 29 20 2190818 menilik-megastimulus-covid-19-milik-amerika-serikat-usd2-2-triliun-XAhuz5EUWT.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Berbagai negara telah melakukan pengamanan ekonomi sebagai efek domino penyebaran wabah Covid-19. Salah satu negara yang memiliki tingkat penyebaran tertingi adalah Amerika Serikat.

Tapi hal itu juga diimbangi dengan tingginya angka stimulus fiskal yang digulirkan. Angka yang disiapkan total USD2,2 triliun.

Berikut ini selengkapnya, seperti dirangkum dari data VoA, Minggu (29/3/2020).

1. Presiden Amerika Donald Trump menandatangani RUU stimulus USD2,2 triliun pada hari Jumat yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi yang telah terpukul oleh pandemi virus corona.

Baca Juga: Kasus Corona AS Terbanyak di Dunia Lewati 100.000, Wall Street Jatuh

2. Trump juga menggunakan wewenang pemerintah untuk memaksa General Motors (GM) untuk membuat ventilator guna membantu para pasien Covid-19 sementara Amerika menjadi negara pertama di dunia di mana kasus virus itu telah melampaui 100.000 orang

3. Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia menggunakan wewenangnya di bawah Undang-Undang Produksi P. untuk mewajibkan GM “menerima, melakukan, dan memprioritaskan” kontrak pemerintah federal untuk membuat ventilator.

Baca Juga: Sah, Trump Luncurkan Paket Stimulus Rp35.200 Triliun Lawan Corona

4. “GM membuang-buang waktu. Tindakan hari ini akan memastikan produksi ventilator yang cepat yang akan menyelamatkan nyawa orang Amerika,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

5. Trump menyampaikan pengumuman itu sesaat sebelum menandatangani paket stimulus USD2,2 triliun setelah DPR Amerika mengesahkan rancangan undang-undang itu Jumat pagi.

6. Amerika Serikat sekarang dianggap sebagai episentrum penyebaran virus corona, yang awalnya dimulai di China. Pada Jumat malam, di Amerika terdapat sedikitnya 101.657 kasus positif virus corona, dibandingkan dengan 81.897 di China, menurut Johns Hopkins Coronavirus Resource Center yang melakukan pantauan di seluruh dunia. Di Italia, pusat virus di Eropa, terdapat 86.498 kasus positif virus corona.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini