Papua Punya Jembatan Youtefa, Kalteng Ada Tumbang Samba

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 30 Maret 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 30 470 2191163 papua-punya-jembatan-youtefa-kalteng-ada-tumbang-samba-YBEIllNPPF.jpeg Jembatan Tumbang Samba (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kalau di Jayapura, Papua punya ikon Jembatan Youtefa, dulu bernama Holtekamp, di Kalimantan Tengah juga memiliki jembatan serupa Jembatan Youtefa yang berwarna merah.

Jembatan tersebut bernama Jembatan Tumbang Samba. Jembatan Tumbang Samba menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 99% dan diharapkan akhir Maret 2020 akan seluruhnya tuntas.

Menteri Basuki mengatakan, dengan tersambungnya Jembatan Tumbang Samba tersebut diharapkan kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

“Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” kata Menteri Basuki seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Budi Harimawan Semihardjo mengatakan, pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat dan sebaliknya, sehingga akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan.

Kehadiran jembatan yang melintasi Sungai Katingan sudah sangat ditunggu dan direspons positif oleh masyarakat Kalteng, karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu atau Utara Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Kalbar.

Untuk uji beban (loading Test) Jembatan Tumbang Samba telah dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 Maret 2020 lalu.

Jembatan Tumbang Samba dibangun mulai tahun 2016 dengan nilai kontrak tahun jamak sebesar Rp298 miliar.

Pekerjaan konstruksi jembatan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut, dengan Konsultan Supervisi PT Perentjana Djaja juga memproduksi sendiri pelengkung baja jembatan tersebut.

Jembatan dengan panjang total 843,2 meter tersebut akan menjadi yang terpanjang di Provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai dan dilengkapi dengan jembatan penghubung dan jalan pendekat pada kedua sisi.

Jembatan itu nantinya bakal dimanfaatkan oleh lalu lintas kendaraan dari berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menggunakan jasa kapal fery untuk menyeberangi Sungai Katingan untuk mengangkut kendaraannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini