Share

Sebelum Covid-19 Menyebar, Uang Beredar Tembus Rp6.116 Triliun pada Februari

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 31 20 2191750 sebelum-covid-19-menyebar-uang-beredar-tembus-rp6-116-triliun-pada-februari-9JIrI3EoEp.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Februari 2020 sebelum virus corona menyebar.

Posisi M2 pada Februari 2020 tercatat Rp6.116,5 triliun atau tumbuh 7,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,1% (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan akselerasi pertumbuhan M2 disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

“Uang beredar dalam arti sempit (M1) meningkat, dari 7,9% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 8,6% (yoy) pada Februari 2020, disebabkan oleh pertumbuhan uang kartal dan giro rupiah,” kata dia pada keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2020).

Menurut dia uang kuasi pada Februari 2020 juga meningkat dari 6,8% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 7,5% (yoy) pada Februari 2020. Peningkatan juga terjadi pada surat berharga selain saham, dari 31,8% pada bulan sebelumnya menjadi 34,7% (yoy) pada Februari 2020.

“Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Februari 2020 disebabkan oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah,” ungkap dia.

Hal tersebut tercermin pada peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, dari 1,8% (yoy) pada Januari 2020 menjadi 11,9% (yoy) pada Februari 2020. Penyaluran kredit pada Februari 2020 melambat menjadi 5,5% (yoy) dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,7% (yoy).

“Sementara itu, pertumbuhan aktiva luar negeri bersih pada Februari 2020 sebesar 9,9% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya,” tandas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini