nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar AS Melemah Imbas Langkah-Langkah Baru The Fed

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 01 April 2020 07:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 01 278 2192154 dolar-as-melemah-imbas-langkah-langkah-baru-the-fed-wphTYVwWAU.jpg Dolar (Reuters)

NEW YORK - Mata uang Amerika Serikat, Dolar mengalami kejatuhan terhadap sekeranjang mata uang pada perdagangan Selasa (31/3/2020) waktu setempat. Di mana, Dolar tertekan oleh langkah-langkah Federal Reserve untuk memastikan adanya kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan global.

Dolar awal sesi mendapat manfaat dari permintaan akhir tahun dan triwulanan fiskal dari manajer portofolio dan perusahaan Jepang, tetapi perdagangan berombak, dengan dolar bergantian antara keuntungan dan kerugian.

 Baca juga: Dolar Ditutup Menguat Imbas Kegelisahan Akan Dampak Virus Corona

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (1/4/2020), indeks dolar dalam sekerangjang mata uang turun 0,2% ke 99,042. Dolar sempat menyentuh 102,99 tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Untuk kuartal ini, dolar adalah pemenang terbesar, naik 2,8%. Sedangkan mata uang Crown Norwegia jadi yang terburuk jatuh 18% terhadap dolar.

Terhadap yen, dolar tergelincir 0,2% menjadi 107,57 yen. Untuk kuartal ini, dolar turun 1,1%.

 Baca juga: Paket Stimulus Rp35.200 Triliun Bikin Dolar AS Melemah, Kok Bisa?

Euro, sementara itu, turun 0,2% terhadap dolar pada USD1,1007, jatuh 1,8% pada kuartal pertama.

Para analis mengatakan penurunan tajam di pasar ekuitas AS selama Maret menyebabkan peningkatan pembelian dolar bagi para manajer aset yang berupaya menyeimbangkan kembali portofolio mereka pada akhir bulan.

Tetapi mata uang AS mengurangi kenaikan setelah langkah Fed terbaru pada hari Selasa untuk memperluas kemampuan puluhan bank sentral asing untuk mengakses dolar selama krisis coronavirus. Pada dasarnya, The Fed mengizinkan bank sentral asing untuk menukar kepemilikan mereka atas surat berharga AS untuk pinjaman dalam dolar semalam.

Ini adalah salah satu dari serangkaian tindakan yang dilepaskan oleh Fed untuk mengatasi masalah likuiditas yang disebabkan oleh kejatuhan ekonomi dari pandemi coronavirus.

"Dolar akan berjuang untuk memperpanjang kenaikan secara signifikan saat ini hanya karena pasokan relatif uang tunai yang datang dari The Fed dalam dolar," kata Shaun Osborne, kepala strategi FX di Scotiabank di Toronto.

Dolar juga melemah setelah data menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun ke level terendah tiga tahun pada Maret karena rumah tangga khawatir tentang prospek ekonomi jangka pendek di tengah pandemi coronavirus.

Beberapa analis percaya bahwa dolar kemungkinan akan tetap didukung karena investor bersiap untuk penurunan ekonomi yang tajam di kuartal mendatang.

"Upaya The Fed sejauh ini adalah hal terdekat untuk menjinakkan kekuatan dolar," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini