BI: Rupiah Rp17.000/USD Itu Skenario Terburuk, Bukan Proyeksi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 02 April 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 02 278 2192841 bi-rupiah-rp17-000-usd-itu-skenario-terburuk-bukan-proyeksi-hqclurn6Fu.jpg Rupiah Menguat terhadap Dolar AS. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menjelaskan maksud nilai tukar Rupiah Rp17.000 per USD hingga Rp20.000. Menurut BI, angka nilai tukar tersebut bukanlah proyeksi, melainkan skenario terburuk bila pandemik Covid-19 berlangsung lama.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dalam konferensi KSSK kemarin, disebutkan bahwa nilai tukar Rp17.000 dalam kondisi berat dan Rp20.000 sangat berat. Namun, kata Perry, perlu ditegaskan bahwa itu worst if scenario bukan suatu proyeksi.

Baca Juga: Gubernur BI: Rupiah Stabil Cenderung Menguat ke Rp15.000/USD di Akhir 2020

"Itu worst if scenario bukan proyeksi. Bahwa nilai tukar Rupiah memadai dan koordinasi sangat erat bakal cenerung menguat di Rp15.000 di akhir tahun," ujarnya, dalam telekonferensi, Kamis (2/4/2020).

Perry mengatakan, Bank Indonesia terus melakukann stabilisasi nilai tukar Rupiah agar bergerak stabil, di mana seminggu terakhir berjalan secara baik di Rupiah, pasar modal dan pasar keuangan. Hal-hal ini yang akan terus kita jaga, dengan langkah-langkah dan kebijakan yang dilakukan.

Baca Juga: Rupiah Semakin Melemah ke Rp16.505/USD

"Keyakinan nilai tukar tidak hanya bergerak stabil tapi bahkan cenderung menguat sekira Rp15.000 pada akhir tahun ini.

kami memandang, stabilitas kita terjaga dan memadai, bahkan masih undervalue bahwa BI akan melakukan nilai tukar Rupiah dan confidence investor yang telah terbangun ada kecenderungan nilai tukar rupiah akan tidak hanya stabil tapi menguat mengarah Rp15.000 per dolar," ujarnya.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini